Devia Rajagukguk
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Konservasi Ex-Situ dan Kesejahteraan Satwa di Central Park Zoo Medan Berdasarkan Prinsip Five Freedoms Farhan Reza Pahlevi; Brasti Anjani Larasari; Hanna Tresia Silalahi; Devia Rajagukguk; Daniel Hot Asih Sianipar
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun binatang modern memiliki fungsi penting sebagai lembaga konservasi ex-situ, edukasi, penelitian, rekreasi, dan pengelolaan satwa di luar habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konservasi ex-situ dan kesejahteraan satwa di Central Park Zoo Medan berdasarkan prinsip Five Freedoms. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif sederhana. Data primer diperoleh melalui sintesis laporan observasi terhadap sepuluh kelompok satwa, yaitu kanguru pohon, singa, rusa menjangan, harimau Sumatera, owa Sumatera, siamang, berang-berang, orangutan Sumatera, kuda, dan beruang madu. Data sekunder bersumber dari jurnal ilmiah dan pedoman konservasi ex-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Central Park Zoo Medan telah menjalankan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, dan sebagian fungsi penelitian. Secara umum, sebagian besar satwa memperoleh penilaian baik pada aspek ketersediaan pakan dan air, kebersihan kandang, kesehatan, serta keamanan. Namun, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, terutama variasi pengayaan lingkungan, penyediaan ruang gerak vertikal bagi primata arboreal, transparansi data studbook, publikasi hasil konservasi, dan perencanaan reintroduksi bagi spesies yang memenuhi persyaratan. Central Park Zoo Medan berperan penting dalam konservasi ex-situ, tetapi penguatan dokumentasi ilmiah dan pengelolaan berbasis kesejahteraan satwa diperlukan agar fungsi konservasinya berlangsung lebih optimal.