Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perubahan Lanskap Perkotaan dan Pengendalian Zoonosis melalui Optimalisasi Fungsi Hutan Kota Levana Kezia Natalia Situmorang; Hardiansyah Tambunan; Hanna Tresia Silalahi; Brasti Anjani Larasari; Rahman Abdel Rouf
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan kota sebagai elemen penting dalam lanskap perkotaan yang mampu mengembalikan sebagian fungsi ekologis hutan alami dan mitigasi penyakit. Perubahan lanskap hutan di kawasan urban dan peri-urban, termasuk wilayah Tangerang Selatan, telah menimbulkan berbagai dampak ekologis dan mendorong meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar sebagai reservoir patogen, sehingga memperbesar risiko penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini menggunakan metode literature review, inventarisasi vegetasi dan hemispherical photography. Vegetasi dengan struktur yang beragam menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan mendukung keberadaan berbagai spesies fauna, termasuk predator alami. Kerapatan tajuk yang tinggi menciptakan kondisi mikroklimat yang stabil, seperti suhu yang lebih rendah, kelembapan yang terjaga, serta pengurangan stres ekologis bagi satwa liar. Stabilitas ini mencegah hewan liar berpindah secara agresif ke area permukiman, sehingga mengurangi peluang kontak antara fauna pembawa penyakit dan manusia. Hutan Kota 2 BSD memiliki peran penting dalam upaya mitigasi penyakit zoonosis di wilayah perkotaan Tangerang Selatan melalui keberadaan vegetasi yang beranekaragam dan kerapatan tajuk yang berada pada tingkat sedang.
Pendampingan Usaha Hasil Hutan Nonkayu Produk Tradisional Khas Karo “Kesaya” dalam Penyembuhan Penyakit Keluarga Widi Sriwahyun Pasaribu; Brasti Anjani Larasari; Debby Pratiwi; Dilma’aarij Riski Agustia; Zulfa Hzimah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/aek7rn50

Abstract

Usaha obatan tradisional ini cukup potensial sebagai penggerak ekonomi produktif masyarakat daerah tersebut, hal ini dikarenakan banyak dari luar daerah yang memesan langsung. Usaha obatan tradisional untuk penyembuhan penyakit keluarga di masyarakat Desa Serdang mayoritas adalah usaha keluarga yang turun-temurun dan diwariskan, serta setiap keluarga memiliki racikan dan ramuannya tersendiri. Pemahaman masyarakat Karo terhadap pengelolaan sumber daya alam dapat dilihat dari pemanfaatan tumbuhan sebagai unsur pendukung kesejahteraan. Hal ini menarik perhatian untuk dikaji lebih dalam melalui pendampingan usaha dalam proses produksi hingga pemanfaatannya pada penyembuhan penyakit keluarga melalui kolaborasi lintas ilmu yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menunjukkan produk obat herbal yang dibuat menggunakan bahan yang ada di Tanah Karo, khususnya hasil hutan. Produk kesaya memberikan manfaat yang dapat menyembuhkan perut kembung dan masuk angin. Perpaduan bahan yang ada, diolah dan dibuat serta di konsumsi oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu, hasil pengabdian masyarakat, membuat kelompok pengrajin obat tradisional mengerti dan memahami mengelola bisnis kecil, serta terklasifikasinya bahan baku Kesaya yang termasuk bagian dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Interpretasi Kerapatan Vegetasi di Kota Binjai Menggunakan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan Memanfaatkan Citra Satelit Sentinel 2A Brasti Anjani Larasari; Nur Hidayat
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota merupakan daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cenderung lebih tinggi daripada daerah lainnya. Peningkatan jumlah dan aktivitas penduduk di daerah perkotaan akan berpengaruh terhadap kebutuhan akan lahan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kerapatan vegetasi di Kota Binjai menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Metode NDVI digunakan sebagai indikator untuk menentukan nilai kehijauan dari vegetasi dengan menggunakan citra satelit sentinel 2A. Nilai NDVI di Kota Binjai dengan rentang -0,52 – 0,92 dengan tingkat kerapatan vegetasi menjadi 5 kelas yang didominasi oleh kelas kerapatan vegetasi sedang sebesar 52,14%. Kota Binjai mengalami kekurangan ruang terbuka hijau sehingga dibutuhkan konversi ruang terbuka hijau untuk bisa menopang fungsi ekologis wilayah perkotaan.
Peran Analisis Spasial dalam Mendukung Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Indonesia Tahun 2005-2025: Sebuah Tinjauan Literatur Brasti Anjani Larasari; Farhan Reza Pahlevi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis spasial telah menjadi instrumen sentral dalam pengelolaan hutan berkelanjutan seiring berkembangnya teknologi penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan komputasi awan selama dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan, aplikasi, dan tantangan penggunaan analisis spasial dalam pengelolaan hutan berkelanjutan pada rentang tahun 2005–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel ilmiah terindeks Scopus dan Science and Technology Index (SINTA). Hasil telaah menunjukkan empat arus utama pemanfaatan analisis spasial, yaitu pemantauan deforestasi dan degradasi hutan berbasis deret waktu citra satelit, klasifikasi tutupan lahan berbasis pembelajaran mesin dan platform komputasi awan Google Earth Engine, evaluasi kesesuaian fungsi kawasan hutan terhadap arahan tata ruang, serta pemodelan spasial risiko kebakaran hutan dan penilaian jasa ekosistem. Kajian menemukan pergeseran paradigma yang jelas dari interpretasi visual manual dan analisis berbasis citra tunggal menuju analisis deret waktu multitemporal, algoritma klasifikasi terselia seperti Random Forest, serta integrasi data multisumber. Meskipun demikian, sejumlah tantangan tetap mengemuka, meliputi keterbatasan validasi lapangan, tutupan awan pada wilayah tropis, keterbandingan antarsensor, dan lemahnya integrasi hasil analisis spasial ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan tata ruang. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa analisis spasial berperan strategis sebagai basis bukti (evidence base) bagi pengelolaan hutan lestari, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas data, transparansi metodologi, dan keterpaduan kelembagaan.
Kajian Konservasi Ex-Situ dan Kesejahteraan Satwa di Central Park Zoo Medan Berdasarkan Prinsip Five Freedoms Farhan Reza Pahlevi; Brasti Anjani Larasari; Hanna Tresia Silalahi; Devia Rajagukguk; Daniel Hot Asih Sianipar
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun binatang modern memiliki fungsi penting sebagai lembaga konservasi ex-situ, edukasi, penelitian, rekreasi, dan pengelolaan satwa di luar habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konservasi ex-situ dan kesejahteraan satwa di Central Park Zoo Medan berdasarkan prinsip Five Freedoms. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif sederhana. Data primer diperoleh melalui sintesis laporan observasi terhadap sepuluh kelompok satwa, yaitu kanguru pohon, singa, rusa menjangan, harimau Sumatera, owa Sumatera, siamang, berang-berang, orangutan Sumatera, kuda, dan beruang madu. Data sekunder bersumber dari jurnal ilmiah dan pedoman konservasi ex-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Central Park Zoo Medan telah menjalankan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, dan sebagian fungsi penelitian. Secara umum, sebagian besar satwa memperoleh penilaian baik pada aspek ketersediaan pakan dan air, kebersihan kandang, kesehatan, serta keamanan. Namun, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, terutama variasi pengayaan lingkungan, penyediaan ruang gerak vertikal bagi primata arboreal, transparansi data studbook, publikasi hasil konservasi, dan perencanaan reintroduksi bagi spesies yang memenuhi persyaratan. Central Park Zoo Medan berperan penting dalam konservasi ex-situ, tetapi penguatan dokumentasi ilmiah dan pengelolaan berbasis kesejahteraan satwa diperlukan agar fungsi konservasinya berlangsung lebih optimal.