Hanna Tresia Silalahi
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Potensi Hutan Mangrove Sebagai Ekowisata Berkelanjutan Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Desa Nelayan Seberang, Medan Belawan Aulia Putra Daulay; A'ung Ezra Al'fatah; Hanna Tresia Silalahi
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32191

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove memiliki tingkat produktivitas yang tinggi yang memiliki banyak fungsi yang penting diantaranya fungsi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Fungsi ekonomi dari hutan mangrove dimanfaatkan oleh masyarakat lokal dalam ekowisata mangrove. Ekowisata merupakan model bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, dalam model pariwisata bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat, ekowisata juga berperan tidak hanya memiliki manfaat ekonomi tetapi memiliki manfaat ekologis dan sosial. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi dan manfaat hutan mangrove sebagai ekowisata mangrove dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Peneilitian dimulai dengan mengambil data jenis dan jumlah individu, kerapatan jenis, data pasang surut air laut yang dikumpulkan melalui pengambilan data langsung di lokasi penelitian. Informasi lokal, peta, dan dokumen yang berkaitan dengan kondisi penelitian dan hutan mangrove yang diperoleh melalui pengelola hutan mangrove. Selanjutnya, melakukan pengamatan kerapatan jenis, kerapatan relative jenis, frekwensi relative jenis, dominansi relative jenis, dan indeks keragaman jenis. Terakhir, melakukan analisis parameter kesesuaian ekowisata, dan analisis SWOT. Hasil dalam penelitian didapat sebanyak 11 jenis dengan total sebanyak 330 individu. Individu yang banyak di jumpai yaitu jenis Avicennia alba dengan nilai INP sebesar 89,25. Nilai IKW yang didapat sebesar 96,05 dengan kategori S1 (sangat sesuai) untuk ekowisata. Hutan mangrove di Desa Nelayan Seberang termasuk kedalam sesuai untuk ekowisata dengan beberapa analisis SWOT yang digunakan salah satunya dengan promosi melalui media sosial dan dukungan dari pemerintah dalam membangun fasilitas serta perkembangan dalam ekowisata mangrove. Kata Kunci: Analisis, Ekonomi, Ekowisata, Mangrove, MasyarakatABSTRACTMangrove ecosystems have high productivity and serve many important functions, including economic, social, and environmental functions. The economic function of mangrove forests is utilized by local communities in mangrove ecotourism. Ecotourism is a model for sustainable tourism development. In the tourism model for local governments and communities, ecotourism not only has economic benefits but also ecological and social benefits. Therefore, the purpose of this study is to analyze the potential and benefits of mangrove forests as mangrove ecotourism in improving the local community's economy. The study began by collecting data on species and number of individuals, species density, and tidal data, which was collected through direct data collection at the study site. Local information, maps, and documents related to the research conditions and mangrove forests were obtained from the mangrove forest managers. Next, observations were made on species density, relative species density, relative species frequency, relative species dominance, and species diversity index. Finally, an analysis of ecotourism suitability parameters and a SWOT analysis were conducted. The results of the study found 11 species with a total of 330 individuals. The most commonly found individual was the Avicennia alba species with an INP value of 89.25. The IKW value obtained was 96.05 with a category of S1 (very suitable) for ecotourism. The mangrove forest in Nelayan Seberang Village is suitable for ecotourism based on several SWOT analyses, one of which is promotion through social media and government support in building facilities and developing mangrove ecotourism.Keywords: Analysis, Community, Economy, Ecotourism, Mangrove
Life Cycle Assessment (LCA) Produksi Produk Berbasis Kayu: Sebuah Ulasan Singkat Hardiansyah Tambunan; Sundari Marsudi; Dayun Ifanda; Hanna Tresia Silalahi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kehutanan, khususnya yang memproduksi produk berbasis kayu, harus memerhatikan aspek lingkungan guna menjamin produk tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan secara signifikan dan dapat diterima di pasar, khususnya pasar luar negeri. Aktivitas dari industri kehutanan menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Emisi lingkungan ke udara, tanah dan air dipicu dalam berbagai jenis dan jumlah yang berdampak pada lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) beberapa produk berbasis kayu, khususnya produk penghasil energi (energi biomassa) masih belum banyak dilakukan. Selain itu, artikel ini membahas implementasi LCA produk berbasis kayu di luar negeri (Asia dan Amerika). Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review (NLR) berupa artikel ikhtisar (overview article) dengan mengungkapkan hasil-hasil penelitian dalam bentuk naratif atau deskriptif. LCA pada proses produksi di industri kehutanan, khususnya pada produk berbasis kayu, yaitu papan partikel, kayu lapis, dan pelet kayu (energi biomassa). Kegiatan produksi dari penyiapan bahan baku (input) hingga produk jadi, dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi (output) yang menggunakan energi dan berdampak terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil LCA, diketahui bahwa produk tersebut berdampak terhadap lingkungan seperti emisi GRK, asidifikasi, dan eutrofikasi akibat aliran produksi.
Perubahan Lanskap Perkotaan dan Pengendalian Zoonosis melalui Optimalisasi Fungsi Hutan Kota Levana Kezia Natalia Situmorang; Hardiansyah Tambunan; Hanna Tresia Silalahi; Brasti Anjani Larasari; Rahman Abdel Rouf
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan kota sebagai elemen penting dalam lanskap perkotaan yang mampu mengembalikan sebagian fungsi ekologis hutan alami dan mitigasi penyakit. Perubahan lanskap hutan di kawasan urban dan peri-urban, termasuk wilayah Tangerang Selatan, telah menimbulkan berbagai dampak ekologis dan mendorong meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar sebagai reservoir patogen, sehingga memperbesar risiko penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini menggunakan metode literature review, inventarisasi vegetasi dan hemispherical photography. Vegetasi dengan struktur yang beragam menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan mendukung keberadaan berbagai spesies fauna, termasuk predator alami. Kerapatan tajuk yang tinggi menciptakan kondisi mikroklimat yang stabil, seperti suhu yang lebih rendah, kelembapan yang terjaga, serta pengurangan stres ekologis bagi satwa liar. Stabilitas ini mencegah hewan liar berpindah secara agresif ke area permukiman, sehingga mengurangi peluang kontak antara fauna pembawa penyakit dan manusia. Hutan Kota 2 BSD memiliki peran penting dalam upaya mitigasi penyakit zoonosis di wilayah perkotaan Tangerang Selatan melalui keberadaan vegetasi yang beranekaragam dan kerapatan tajuk yang berada pada tingkat sedang.