Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Agroforestri MPTS (Multi Purpose Tree Species) dan Kontribusinya terhadap Ekonomi Petani di Desa Pertampilen pancur batu Farhan Reza Pahlevi; Rini Nurnaningsih; Ismi Rahmayaninuzaima br Tarigan; Winny Haruma Ningsih; Sahat Raja Marigo Girsang
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroforestri berbasis Multi Purpose Tree Species (MPTS) merupakan sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang mengintegrasikan tanaman berkayu multifungsi dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan manfaat ekologis dan ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola agroforestri MPTS serta menganalisis kontribusinya terhadap perekonomian petani di Desa Pertampilen, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan petani, dan pengumpulan data usaha tani. Analisis dilakukan untuk mengkaji struktur dan pola tanam agroforestri, komposisi jenis MPTS, serta kontribusi ekonominya terhadap pendapatan rumah tangga petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang berkembang di Desa Pertampilen didominasi oleh pola agrisilvikultur tradisional dengan pola ruang acak dan fungsi utama sebagai sistem produksi. Jenis MPTS yang umum ditemukan meliputi durian, duku, manggis, kelapa, aren, dan karet, yang dikombinasikan dengan tanaman semusim seperti jagung, ubi, dan pisang. Agroforestri MPTS memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan petani, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan, serta berperan sebagai cadangan ekonomi jangka menengah dan panjang. Keberagaman jenis tanaman dalam satu lahan meningkatkan stabilitas pendapatan dan mengurangi risiko kegagalan panen. Penelitian ini menegaskan bahwa agroforestri berbasis MPTS merupakan strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan petani dan pembangunan pertanian lokal.
Peran Analisis Spasial dalam Mendukung Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Indonesia Tahun 2005-2025: Sebuah Tinjauan Literatur Brasti Anjani Larasari; Farhan Reza Pahlevi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis spasial telah menjadi instrumen sentral dalam pengelolaan hutan berkelanjutan seiring berkembangnya teknologi penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan komputasi awan selama dua dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan, aplikasi, dan tantangan penggunaan analisis spasial dalam pengelolaan hutan berkelanjutan pada rentang tahun 2005–2025. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap artikel ilmiah terindeks Scopus dan Science and Technology Index (SINTA). Hasil telaah menunjukkan empat arus utama pemanfaatan analisis spasial, yaitu pemantauan deforestasi dan degradasi hutan berbasis deret waktu citra satelit, klasifikasi tutupan lahan berbasis pembelajaran mesin dan platform komputasi awan Google Earth Engine, evaluasi kesesuaian fungsi kawasan hutan terhadap arahan tata ruang, serta pemodelan spasial risiko kebakaran hutan dan penilaian jasa ekosistem. Kajian menemukan pergeseran paradigma yang jelas dari interpretasi visual manual dan analisis berbasis citra tunggal menuju analisis deret waktu multitemporal, algoritma klasifikasi terselia seperti Random Forest, serta integrasi data multisumber. Meskipun demikian, sejumlah tantangan tetap mengemuka, meliputi keterbatasan validasi lapangan, tutupan awan pada wilayah tropis, keterbandingan antarsensor, dan lemahnya integrasi hasil analisis spasial ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan tata ruang. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa analisis spasial berperan strategis sebagai basis bukti (evidence base) bagi pengelolaan hutan lestari, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kualitas data, transparansi metodologi, dan keterpaduan kelembagaan.
Kajian Konservasi Ex-Situ dan Kesejahteraan Satwa di Central Park Zoo Medan Berdasarkan Prinsip Five Freedoms Farhan Reza Pahlevi; Brasti Anjani Larasari; Hanna Tresia Silalahi; Devia Rajagukguk; Daniel Hot Asih Sianipar
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebun binatang modern memiliki fungsi penting sebagai lembaga konservasi ex-situ, edukasi, penelitian, rekreasi, dan pengelolaan satwa di luar habitat alaminya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan konservasi ex-situ dan kesejahteraan satwa di Central Park Zoo Medan berdasarkan prinsip Five Freedoms. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif sederhana. Data primer diperoleh melalui sintesis laporan observasi terhadap sepuluh kelompok satwa, yaitu kanguru pohon, singa, rusa menjangan, harimau Sumatera, owa Sumatera, siamang, berang-berang, orangutan Sumatera, kuda, dan beruang madu. Data sekunder bersumber dari jurnal ilmiah dan pedoman konservasi ex-situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Central Park Zoo Medan telah menjalankan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi, dan sebagian fungsi penelitian. Secara umum, sebagian besar satwa memperoleh penilaian baik pada aspek ketersediaan pakan dan air, kebersihan kandang, kesehatan, serta keamanan. Namun, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, terutama variasi pengayaan lingkungan, penyediaan ruang gerak vertikal bagi primata arboreal, transparansi data studbook, publikasi hasil konservasi, dan perencanaan reintroduksi bagi spesies yang memenuhi persyaratan. Central Park Zoo Medan berperan penting dalam konservasi ex-situ, tetapi penguatan dokumentasi ilmiah dan pengelolaan berbasis kesejahteraan satwa diperlukan agar fungsi konservasinya berlangsung lebih optimal.
Physiological Response of Sumatran Elephant (Elephas Maximus Sumatranus) to Land Cover Changes at TWA Holiday Resort, North Sumatra Ulil Amri Daulay; Bilqis Nur Mustofa; Agus Purwoko; Farhan Reza Pahlevi; Ratna Sari; Ridwan
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 9 No. 02 (2026): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v9i02.25779

Abstract

Land cover changes due to anthropogenic activities are one of the main threats to the sustainability of the Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus) habitat. This study aims to analyze the relationship between the physiological conditions of Sumatran Elephants and land cover changes in the North Sumatra Holiday Resort Nature Tourism Park (Indonesian term: Taman Wisata Alam/TWA). The study was conducted on three individual elephants, namely Nurhalimah, Sudarwanto, and Merry. The physiological data observed included age, body temperature, body condition, appetite, fecal condition, rest duration, and stress levels. Land cover data were obtained through the interpretation of satellite imagery and secondary data from the area. Data analysis was carried out using multiple linear regression, beginning with classical assumption tests and hypothesis tests. The results of the study indicate that during the period 1990–2024, there was a very significant change in land cover, where secondary dryland forests were almost entirely converted into plantations, settlements, and other non-forest lands. The results of the F test indicate that all physiological variables simultaneously had a significant effect on land cover changes (p<0.05). The Adjusted R Square value of 0.652 indicates that the observed physiological variables can explain 65.2% of the variation in land cover change. Partially, only stress levels significantly influence land cover change with a significance value of 0.003 and a beta coefficient of 1.120. These results indicate that stress levels are the most sensitive physiological indicator in responding to habitat changes. Therefore, conservation efforts for Sumatran Elephants at the TWA Holiday Resort need to be directed at habitat restoration and reducing anthropogenic pressures to maintain the welfare and sustainability of the elephant population in the area.