Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN MENDESAIN BANNER MENGGUNAKAN TELEPON SELULER BAGI PELAKU UMKM DI RPTRA FLAMBOYAN MENTENG DALAM TEBET Supriadi, Supriadi; Leonardi, Aska; Sumiyati , Sumiyati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31325

Abstract

Tim Pengabdian pada masyarakat Universitas Sahid Jakarta bermitra dengan pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Flamboyan menyelenggarakan pelatihan mendesain banner menggunakan telepon seluler dengan aplikasi Canva. Tujuan dilaksanakan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya pemasangan banner atau spanduk sebagai media promosi, cara mendesain banner dan menyusun pesan yang menarik dan persuasif dengan mudah menggunakan telefon seluler, sehingga dapat memperluas pasar usaha kuliner ibu-ibu sekitar RPTRA ini. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu pertama pemberian materi tentang pentingnya pembuatan banner sebagai media promosi produk bagi ibu-ibu pelaku usaha kuliner skala mikro yang bermukin di sekitar RPTRA Flamboyan. Kedua pendampingan praktek cara mendesain banner oleh tim pengabdian pada masyarakat Fikom Usahid, agar ibu-ibu usaha mikro sekitar RPTRA Flamboyan, selain memahami, tetapi dapat mendesain banner dan menyusun pesannya yang menarik, sehingga dapat berfungsi sebagai media promosi produk dagangannya. Setelah dilakukan evaluasi, dapat dikemukakan bahwa peserta pelatihan sangat antisias mengikuti kegatan pelatihan. Kemudian, dapat dikemukakan juga bahwa pelatihan mendesain banner dengan menggunakan telepon seluler berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu yang berjualan di sekitar RPTRA Flamboyan. Hal ini ditunjukan dengan hasil post test lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pretest. Selain itu pada taraf yang bervariasi peserta pelatihan mampu mendesain banner dengan menggunakan telepon seluler, sehingga setelah pelatihan para peserta dapat mendesain banner sebagai media promosi produk dagangannya, sehingga akan meningkatkan penjualan produk.
Sistematik Literature Review Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Perempuan Nelayan dalam Perikanan Skala Mikro Leonardi, Aska
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8 No 3 (2025): Global Komunika Vol. 8 No. 3 2025
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh perempuan nelayan dalam konteks perikanan skala kecil melalui pendekatan systematic literature review. Kajian ini menggunakan protokol PRISMA dengan menyaring 3741 artikel menjadi 31 artikel relevan, yang kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa TIK berperan penting dalam memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat posisi tawar perempuan nelayan dalam rantai nilai perikanan. Selain itu, TIK juga berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan sosial melalui penguatan solidaritas kelompok, serta instrumen politik dalam memperjuangkan pengakuan peran perempuan di sektor perikanan. Namun, pemanfaatan TIK masih dihadapkan pada sejumlah hambatan, antara lain rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, minimnya kepemilikan perangkat, serta norma budaya yang patriarkal. Studi lintas negara memperlihatkan variasi tantangan: di negara berkembang dominan pada keterbatasan akses, sementara di negara maju terkait pengakuan sosial-politik. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan digital harus berbasis konteks lokal, melalui pelatihan literasi berbasis gender, subsidi perangkat, penguatan koperasi perempuan, dan kebijakan inklusif. Secara keseluruhan, TIK tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai instrumen transformatif untuk mengubah posisi perempuan nelayan dari aktor marginal menjadi agen perubahan dalam pembangunan pesisir.