Dadang Rusmana
Universitas Subang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengendalian Hama Tikus Dengan Ekosistem Burung Hantu Di Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng Dede Akhmad; Zaenal Hirawan; Aziz Muhammad; Tepi Peirisal; Digyo Digyo; Iut Mulyawati; Adriana Rizki Nur Falah; Dadang Rusmana; Cecep Andri Hendiyana
Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Volume 4 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpemasfia.v4i1.2662

Abstract

Abstrak Compreng salah satu kecamatan yang berada di kabupaten subang, didominasi sektor pertanian. Hal ini didukung dengan kondisi luas areal yang luas, ditambah dengan irigasi yang memadai. Sisi lain dalam sektor tersebut mempunyai tantangan dari segi cuaca/ iklim dan hama. Tikus merupakan salah satu hama yang sangat merugikan karena merusak tingkat produktivitas padi. Dengan kondisi demikian, hama tersebut harus dikendalikan dengan ekosistem burung hantu. Model pengabdian yang dilakukan dengan sosialiasi dan pembuatan rumah burung hantu. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari kunci keberhasilan program ekosistem burung hantu. Karena kesadaran dan kemauan dari masyarakat sendiri yang dapat menjaga keberlanjutan program. Diharapkan ekosistem burung hantu dapat mengendalikan/ mengurangi hama tikus yang ada di lahan pertanian masyarakat. Hama ini tidak dapat dhilangkang secara tuntas, namun pengendalian hama dapat ditekan dengan menggunakan ekosistem dan tidak menggunakan pestisida yang akan merugikan tingkat kesuburan tanah. Kata Kunci: Strategi pengendalian, Ekosistem burung hantu, Partisipasi masyarakat   Abstract Compreng, a sub-district in Subang Regency, is dominated by the agricultural sector. This is supported by the condition of the large area, coupled with adequate irrigation. However, this sector faces challenges from weather/climate and pests. Rats are a particularly damaging pest, damaging rice productivity. Under these conditions, these pests must be controlled by an owl ecosystem. The service model is carried out through socialization and the creation of owl houses. Community participation in these community service activities is key to the success of the owl ecosystem program. Community awareness and willingness are key to ensuring the program's sustainability. It is hoped that the owl ecosystem will control/reduce the rat infestation in community agricultural land. While this pest cannot be completely eradicated, it can be reduced by utilizing the ecosystem and avoiding pesticides that can harm soil fertility. Keywords: control strategy, owl ecosystem, community participation
Faktor-Faktor Determinan Tingkat Literasi Membaca Masyarakat Kabupaten Subang: Pendekatan Kuantitatif Dan Kewilayahan Dede Akhmad; Tepi Peirisal; Zaenal Hirawan; Digyo Digyo; Dadang Rusmana
The World of Public Administration Journal Volume 8 Issue 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v8i1.2674

Abstract

Abstrak Salah satu indikator pembangunan daerah yang ditetapkan melalui berbagai doumen perencanaan di Kabupaten Subang adalah Indeks Literasi Membaca Masyarakat. Indikator ini dipandang sangat penting karena berkorelasi secara langsung dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan bahan bacaan, baik yang tercetak maupun elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Indeks Literasi Masyarakat Kabupaten Subang 2025. Selain itu, penelitian juga akan mendeskripsikan nilai Indeks Literasi Membaca Masyarakat melalui pola kewilayahan berbasis kecamatan yang tujuannya untuk mempermudah implementasi prioritas peningkatan Indeks Literasi Masyarakat pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survey yang berlangsung selama 2 bulan di 30 kecamatan. Dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitisn, melalui survey ini dilakukan pengumpulan data dari 114 responden yang ditetapkan secara merata di seluruh kecamatan dengan menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan domisili, usia, dan latar belakang profesi. Survey mendeskripsikan persepsi masyarakat atas 5 dimensi, yaitu: Frekuensi Membaca, Durasi Membaca, Jumlah Bahan Bacaan, Frekuensi Akses Internet, dan Durasi Akses Internet. Hasil Survey menunjukkan bahwa nilai Indeks Tingkat Literasi Membaca Masyarakat Kabupaten Subang 2025 mencapai 52,62 dengan kategori Sedang. Selain angka agregat, hasil survey juga menyajikan skor Indeks Tingkat Kegemaran Membaca tiap kecamatan. Berdasarkan penghitungan ini, diajukan rekomendasi berbagai langkah kebijakan yang sebaiknya ditempuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang berbasis wilayah kecamatan sebagai alternatif langkah prioritas untuk tahun 2026, bahkan juga untuk tahun-tahun berikutnya. Kata kunci: literasi, prioritas, kebijakan, kewilayahan.   Abstract One of the regional development indicators established through various planning documents in Subang Regency is the Community Reading Literacy Index. This indicator is considered very important because it directly correlates with the development of human resource quality through the utilization of reading materials, both printed and electronic. This study aims to measure the Community Literacy Index of Subang Regency in 2025. In addition, the study will also describe the value of the Community Reading Literacy Index through a district-based spatial pattern with the aim of facilitating the implementation of priorities for improving the Community Literacy Index in 2026 and the following years. This research used the quantitative approach with a survey technique that took place over 2 months in 30 sub-districts. Using a questionnaire as the research instrument, this survey collected data from 114 respondents who were evenly distributed across sub-districts using a stratified random sampling technique based on residence, age, and professional background. The survey describes the public's perception of 5 dimensions, namely: Reading Frequency, Reading Duration, Number of Reading Materials, Internet Access Frequency, and Internet Access Duration. Survey results indicate that the Literacy Level Index of Reading for the Subang Regency community in 2025 reached 52.62, categorized as Moderate. Besides the aggregate score, the survey also presents the Reading Enthusiasm Level Index score for each district. Based on this calculation, recommendations for various policy measures that should be taken by the Subang Regency Regional Government are proposed, based on district areas, as an alternative priority step for 2026, and also for the following years.  Keywords: literacy, priority, policy, regional.