Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi
Volume 4 Issue 1, Juni 2026

Strategi Pengendalian Hama Tikus Dengan Ekosistem Burung Hantu Di Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng

Dede Akhmad (Universitas Subang)
Zaenal Hirawan (Universitas Subang)
Aziz Muhammad (Universitas Subang)
Tepi Peirisal (Universitas Subang)
Digyo Digyo (Universitas Subang)
Iut Mulyawati (Universitas Subang)
Adriana Rizki Nur Falah (Universitas Subang)
Dadang Rusmana (Universitas Subang)
Cecep Andri Hendiyana (Universitas Subang)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Abstrak Compreng salah satu kecamatan yang berada di kabupaten subang, didominasi sektor pertanian. Hal ini didukung dengan kondisi luas areal yang luas, ditambah dengan irigasi yang memadai. Sisi lain dalam sektor tersebut mempunyai tantangan dari segi cuaca/ iklim dan hama. Tikus merupakan salah satu hama yang sangat merugikan karena merusak tingkat produktivitas padi. Dengan kondisi demikian, hama tersebut harus dikendalikan dengan ekosistem burung hantu. Model pengabdian yang dilakukan dengan sosialiasi dan pembuatan rumah burung hantu. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari kunci keberhasilan program ekosistem burung hantu. Karena kesadaran dan kemauan dari masyarakat sendiri yang dapat menjaga keberlanjutan program. Diharapkan ekosistem burung hantu dapat mengendalikan/ mengurangi hama tikus yang ada di lahan pertanian masyarakat. Hama ini tidak dapat dhilangkang secara tuntas, namun pengendalian hama dapat ditekan dengan menggunakan ekosistem dan tidak menggunakan pestisida yang akan merugikan tingkat kesuburan tanah. Kata Kunci: Strategi pengendalian, Ekosistem burung hantu, Partisipasi masyarakat   Abstract Compreng, a sub-district in Subang Regency, is dominated by the agricultural sector. This is supported by the condition of the large area, coupled with adequate irrigation. However, this sector faces challenges from weather/climate and pests. Rats are a particularly damaging pest, damaging rice productivity. Under these conditions, these pests must be controlled by an owl ecosystem. The service model is carried out through socialization and the creation of owl houses. Community participation in these community service activities is key to the success of the owl ecosystem program. Community awareness and willingness are key to ensuring the program's sustainability. It is hoped that the owl ecosystem will control/reduce the rat infestation in community agricultural land. While this pest cannot be completely eradicated, it can be reduced by utilizing the ecosystem and avoiding pesticides that can harm soil fertility. Keywords: control strategy, owl ecosystem, community participation

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JKPEMASFIA

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi (JKPEMASFIA) Universitas Subang, contains various activities of the teaching staff in the Faculty of Administration Universitas Subang in handling and managing the various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in ...