Balqis Sabrina
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ketimpangan Akses dan Kualitas Pendidikan Masyarakat Menengah ke Bawah dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata: Kajian Sosiologi Sastra: Inequality in Access to and Quality of Education among Lower-Middle-Class Communities in Andrea Hirata’s Novel Guru Aini: A Sociology of Literature Study Balqis Sabrina; Nurhayati Harahap; Bambang Riyanto
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2823

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketimpangan akses dan kualitas pendidikan masyarakat menengah ke bawah dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata melalui pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi pendidikan sebagai persoalan sosial yang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh keterbatasan ekonomi, norma sosial, kondisi sekolah, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketimpangan pendidikan dalam novel serta menjelaskan bagaimana ketimpangan tersebut membangun kritik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data berupa kata, kalimat, dialog, dan narasi yang merepresentasikan hambatan akses serta kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi ketimpangan yang saling berkaitan, yaitu hambatan ekonomi dalam mengakses pendidikan tinggi, hambatan sosial dan gender yang membatasi aspirasi pendidikan, ketidakstabilan kurikulum yang membebani guru, serta kesenjangan institusional berupa ketidaksesuaian kualifikasi guru dan keterbatasan kapasitas sekolah. Implikasinya, Guru Aini mengkritik peluang pendidikan yang belum setara bagi masyarakat marginal.