Penelitian ini mengkaji ketimpangan akses dan kualitas pendidikan masyarakat menengah ke bawah dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata melalui pendekatan sosiologi sastra. Kajian ini dilatarbelakangi oleh representasi pendidikan sebagai persoalan sosial yang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh keterbatasan ekonomi, norma sosial, kondisi sekolah, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketimpangan pendidikan dalam novel serta menjelaskan bagaimana ketimpangan tersebut membangun kritik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data berupa kata, kalimat, dialog, dan narasi yang merepresentasikan hambatan akses serta kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi ketimpangan yang saling berkaitan, yaitu hambatan ekonomi dalam mengakses pendidikan tinggi, hambatan sosial dan gender yang membatasi aspirasi pendidikan, ketidakstabilan kurikulum yang membebani guru, serta kesenjangan institusional berupa ketidaksesuaian kualifikasi guru dan keterbatasan kapasitas sekolah. Implikasinya, Guru Aini mengkritik peluang pendidikan yang belum setara bagi masyarakat marginal.
Copyrights © 2026