Indah Lestari Hasugian
Universitas HKBP Nommensen Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa dan Variasi Vernakular Digital pada Kolom Komentar YouTube Denny Sumargo: An Analysis of Language Errors and Digital Vernacular Variation in the YouTube Comment Section of Denny Sumargo Tia Aprinisa Simanjuntak; Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Gresia Natasia Br Purba; Indah Lestari Hasugian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2946

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa dan variasi vernakular digital pada kolom komentar YouTube Denny Sumargo melalui perspektif linguistik dan sosiolinguistik digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membedakan kesalahan bahasa normatif dari variasi informal digital yang memiliki fungsi komunikatif dalam interaksi media sosial. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan komentar tertulis berdasarkan kaidah ejaan, morfologi, sintaksis, campur kode, dan bentuk vernakular digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi linguistik. Data berupa komentar tertulis yang memuat bentuk nonbaku, ejaan ekspresif, campur kode, dan ketidakteraturan struktur. Data dianalisis dengan membandingkan bentuk bahasa terhadap kaidah ejaan bahasa Indonesia, prinsip pembentukan kata, dan fungsi sosiolinguistik dalam wacana digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak bentuk nonbaku lebih tepat dipahami sebagai vernakular digital, sedangkan kesalahan penulisan imbuhan pasif, morfologi nonbaku, dan konstruksi kalimat yang tidak jelas tetap termasuk kesalahan normatif. Penelitian ini menawarkan kerangka norma–fungsi untuk menganalisis bahasa digital secara lebih tepat.