Abdurrouf, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Reward dan Supervisi dengan Pelaksanaan Pelayanan Keperawatan Syariah Puspitasari, Dyah Wiji; Abdurrouf, Muhammad; Yustini, Maya Dwi; Issroviatiningrum, Retno; Pramesona, Bayu Anggileo
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v11i3.1981

Abstract

Reward and supervision are important parts in implementing the quality of sharia-based nursing services. The quality or quality of sharia services at RSISA is in a good category, but it takes efforts to maintain and improve continuously. One of these efforts is by increasing rewards and supervision. The purpose of this study is to analyze the relationship between reward and supervision with the implementation of sharia nursing services. The subjects of this study were inpatients at Sultan Agung Islamic Hospital Semarang with a sampling technique that is simple random sampling with 96 respondents. Data analysis techniques in this study used the Spearman correlation statistical test. The results showed that there was a relationship between reward and the implementation of sharia nursing services with a p-value of 0,05 and there was a relationship between supervision with the implementation of sharia nursing services with a p-value of 0,01. The results of this study were expected to be considered by hospital policy stakeholders to review the giving of rewards for nurses and the implementation of work supervision to nurses to improve the quality of sharia-based nursing services.
Hubungan Antara Tingkat Burnout Syndrome dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Solikhiyah, Putri Galuh; Abdurrouf, Muhammad; Puspitasari, Dyah Wiji
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1770

Abstract

Salah satu aspek dari mutu rumah sakit yang optimal dapat dicapai dengan memperhatikan kinerja perawat, perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan maksimal, di tengah lingkungan yang penuh tekanan karena berhubungan dengan nyawa pasien. Dengan tuntutan ini jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan stres bagi perawat. Stres yang berkepanjangan dapat berakibat pada burnout syndrome. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat burnout syndrome dengan kinerja perawat di RSI Sultan Agung Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Jumlah responden 100 orang, dengan teknik total sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji rank spearman, sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil analisis, responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 (78,0%), mayoritas responden dengan rentang usia 31-40 sebanyak 63 (63,0%), pendidikan terbanyak dari lulusan D3 Keperawatan sebanyak 61 (61,0%), rata-rata masa kerja >10 tahun masing-masing sebanyak 39 (39,0%). Perawat terbanyak mengalami burnout syndrome rendah yaitu sebanyak 84 (84,0%), perawat terbanyak dengan kinerja baik yaitu sebanyak 80 (80,0%). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara burnout syndrome dengan kinerja perawat dengan sig. (2-tailed) 0,001 p-value <0,005 dengan correlation coefficient -736 yang dapat disimpulkan tingkat kekuatan hubungan kuat dan tidak searah.
Hubungan Beban Kerja terhadap Penerapan Caring Perawat Nuriyah, Siti; Abdurrouf, Muhammad; Puspitasari, Dyah Wiji
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1771

Abstract

Perolehan hasil survei kepuasan klien yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Jakarta menunjukkan bahwa 14% pasien tidak puas dengan pelayanan medis yang mereka terima dan kurangnya perilaku caring adalah penyebabnya. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan 77% orang memiliki perilaku afektif rendah dan perilaku caring buruk. Perawat berhubungan dengan banyak orang setiap hari. Mereka tidak hanya berhubungan dengan pasien, tetapi juga dengan teman, keluarga, partner kerja, dokter, dan peraturan tempat kerja. Mereka juga harus menghadapi beban kerja yang seringkali tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis, dan emosional pasien. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif non eksperimen, artinya data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 perawat. Uji rank spearmen digunakan untuk mengolah data secara statistik. Perolehan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden, rentang umur responden yaitu 25-48, dengan karakteristik jenis kelamin mayoritas adalah perempuan yaitu sebanyak 78,0%, dan dengan karakteristik tingkat pendidikan responden paling banyak adaalah D3 Keperawatan sebesar 61,0%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 69,0% responden mengalami beban kerja ringan, 27,0% responden mengalami beban kerja sedang, dan 4,0% mengalami beban kerja berat. Sebanyak 73,0% responden dengan penerapan perilaku caring baik, dan 27,0% responden dengan penerapan perilaku caring cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan penerapan caring perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
The relationship between quality of nursing work life (QNWL) and job satisfaction in the central surgery unit (CSU) Nugroho, Anwar Arief; Abdurrouf, Muhammad; Sari, Dyah Wiji Puspita
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2026): February Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i6.2463

Abstract

Background: The Central Surgical Installation (IBS) represents a clinical unit with intensive workload demands, where nurses’ Quality of Nursing Work Life (QNWL) plays a critical role in shaping job satisfaction and maintaining service sustainability. Purpose: To identify the relationship between QNWL and job satisfaction among staff nurses working in the IBS. Method: A quantitative correlational study with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 128 staff nurses selected through simple random sampling. Data collection utilized a 41-item QNWL questionnaire and a 20-item job satisfaction questionnaire, followed by descriptive analysis and Spearman correlation testing. Results: QNWL was predominantly categorized as good (mean 153.88±16.01), while job satisfaction was generally at a moderate level (mean 70.69±11.42). Spearman correlation analysis revealed a strong and statistically significant positive relationship between QNWL and job satisfaction (r_s=0.647; p<0.001). Conclusion: These findings indicate that enhancing QNWL through organizational support, improved job design, and healthier workload and scheduling management can contribute to higher levels of job satisfaction among nurses working in high-pressure units such as the IBS Keywords: Job Satisfaction; Nursing Management; Operating Room; Quality of Nursing Work Life; Staff Nurses.
Peningkatan mutu dan loyalitas pasien dengan meningkatkan pelayanan keperawatan syariah Srie, Fatriyani Yuli; Sari, Dyah Wiji Puspita; Rochmawati, Dwi Heppy; Abdurrouf, Muhammad
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 11, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.11.2.1-11

Abstract

Pendahuluan: Persaingan antar rumah sakit semakin ketat akibat kemudahan pendirian rumah sakit swasta, sehingga rumah sakit dituntut untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai strategi daya saing. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pelayanan keperawatan berbasis syariah. Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, sebagai rumah sakit tersertifikasi syariah, memiliki tantangan dalam implementasi pelayanan keperawatan syariah yang belum optimal. Beberapa indikator mutu syariah, seperti edukasi Islami dan pengingat ibadah, belum mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan keperawatan syariah terhadap mutu pelayanan syariah dan loyalitas pasien di RS Sari Asih Ciledug. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 176 pasien dengan tehnik purposive sampling. Hasil: Karakteristik responden sebagian besar terdiri dari perempuan (66,5%), usia  36-45 tahun (32,4%), Pendidikan terakhir S1 (42%), ada pengaruh antara pelayanan keperawatan Syariah terhadap mutu pelayanan Syariah dan loyalitas pasien di RS Sari Asih Ciledug dengan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05) dengan nilai R (0,656). Simpulan: Mutu pelayanan dan loyalitas pasien dapat ditingkatkan dengan menerapkan pelayanan keperawatan Syariah.
Analisis peran faktor organisasi pada pelaksanaan pelayanan syariah Ruba'i, Ahmad; Abdurrouf, Muhammad; Sari, Dyah Wiji Puspita; Ardian, Iwan
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 11, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.11.2.12-18

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan kesehatan berbasis syariah menjadi kebutuhan yang berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai Islami. Namun, pelaksanaannya belum optimal di beberapa rumah sakit syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor organisasi terhadap pelaksanaan pelayanan syariah di RSI Sultan Agung Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 120 perawat dari tujuh ruangan rawat inap yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk variabel kepemimpinan, imbalan jasa, beban kerja, dan pelaksanaan pelayanan syariah. Hasil: Pelaksanaan pelayanan syariah dipengaruhi oleh kepemimpinan, imbalan jasa, dan beban kerja. Simpulan: Kepemimpinan, beban kerja, dan imbalan jasa memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi pelayanan syariah yang holistik dan sesuai nilai-nilai Islam.