Suci Amjusfa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROGRAM SEKOLAH CERIA MELALUI KEGIATAN BELAJAR, BERMAIN, DAN SIAGA BENCANA BAGI ANAK TERDAMPAK BANJIR DI KECAMATAN MEURAH DUA, PIDIE JAYA. Rafni Fajriati; Annisa Qadrunnada; Soraya Lestari; Syarifah Yanti Astryna; Suci Amjusfa; Rulia Meilina; Desita Ria Yusian TB; Lily Aulia Puspita; Yeni Hadianti; Yawma Wulida; Herawati; Murnia Suri; Dina Keumala Sari BR Ginting
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan aktivitas belajar anak-anak. Anak-anak terdampak banjir mengalami penurunan semangat belajar, rasa takut, kecemasan, dan keterbatasan ruang bermain yang aman setelah terjadinya bencana. Kondisi tersebut membutuhkan kegiatan pendampingan yang mampu membantu pemulihan psikososial sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan anak terhadap bencana. Program Sekolah Ceria dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan belajar, bermain, dan edukasi siaga bencana bagi anak-anak terdampak banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, trauma healing, permainan edukatif, pembelajaran interaktif, dan simulasi mitigasi bencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih aktif, ceria, dan berani mengikuti kegiatan belajar bersama. Selain itu, anak-anak juga mulai memahami langkah-langkah sederhana dalam menghadapi bencana banjir melalui simulasi dan edukasi siaga bencana. Program ini memberikan dampak positif terhadap pemulihan emosional anak sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini