Ibdalsyah
Universitas Ibn Khaldun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Zakat Produktif terhadap Pendapatan dan Kesejahteraan Spiritual Pelaku UMKM: Pendekatan CIBEST pada BAZNAS Kabupaten Pekalongan M Rofi Udin Nur Fuadi; Qurroh Ayuniyyah; Ibdalsyah
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i2.16127

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pada pendapatan dan spiritualitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mustahik program zakat produktif di BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Research gap dalam penelitian ini terletak pada masih dominannya penelitian terdahulu yang hanya mengukur keberhasilan zakat produktif dari aspek ekonomi, seperti peningkatan pendapatan atau pengembangan usaha, sementara kajian yang mengintegrasikan dimensi ekonomi dan spiritual secara simultan masih relatif terbatas, khususnya pada pelaku UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Center of Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) untuk mengukur perubahan kesejahteraan material dan spiritual mustahik. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terhadap 90 rumah tangga mustahik yang dipilih sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan mustahik setelah mendapatkan program zakat produktif sebesar 23,57%, dari Rp2.329.111 menjadi Rp2.878.144. Selain itu, rata-rata skor spiritual meningkat setelah program dari 4,009 menjadi 4,165. Analisis CIBEST menunjukkan peningkatan Indeks Kesejahteraan dari 0,578 menjadi 0,722, penurunan Indeks Kemiskinan Material dari 0,389 menjadi 0,244, serta penurunan Indeks Kemiskinan Absolut dari 0,033 menjadi 0,011, meskipun Indeks Kemiskinan Spiritual meningkat menjadi 0,022 akibat perpindahan sebagian mustahik ke kuadran kemiskinan spiritual. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan dalam kesejahteraan multidimensi para mustahik setelah mengikuti program zakat produktif, sehingga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang efektif dalam mendukung pembangunan ekonomi Islam yang berkelanjutan.
Pendidikan Karakter Ulil Albaab dan Neurosains Spiritual dalam Mencegah serta Mengobati Adiksi Pornografi pada Pelajar Menengah Waropun Ghofur; Didin Hafidhuddin; Akhmad Alim; Ibdalsyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62970

Abstract

The threat of pornography addiction among adolescents has evolved into a multidimensional crisis. Easy access to pornographic content in the digital revolution era increases exposure to repeated dopaminergic hyperstimulation. Recent clinical neuroscience literature explicitly links this condition to a disrupted reward system, weakened inhibitory control, and reduced volume in the prefrontal cortex (PFC). This study aims to formulate the Ulul Albab educational paradigm as a comprehensive preventive and curative framework for addressing pornography addiction through a transdisciplinary hybridization of Islamic character education, thematic Quranic exegesis, modern clinical neuroscience, and Islamic guidance and counseling based on Tazkiyatun Nafs (purification of the soul). Employing a qualitative approach based on library research and literature review, this study synthesizes empirical quantitative data from recent neuro-educational studies as secondary sources to contextualize the Quranic concept of Ulul Albab. The literature review indicates that a dialectical balance between spiritual awareness (Dhikr) and analytical acuity strengthens inhibitory control. In the curative dimension, the internalization of this character activates Nafs al-Lawwamah (the self-reproaching soul); neurobiologically, this correlates with moral guilt in the dorsomedial prefrontal cortex (dmPFC) and anterior cingulate cortex (ACC), thereby triggering Taubat Nasuha (sincere repentance). Structured spiritual practices—including the tripartite counseling method (Takhalli, Tahalli, Tajalli) and the Siyaq contextual memorization method—support spiritual neuroplasticity. This synthesis of literature demonstrates that faith-based character education is capable of rehabilitating neurotoxic damage resulting from digital addiction.