Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan penerapan sistem monitoring suhu berbasis sensor dan sistem sirkulasi udara pada proses fermentasi di LPPNU Tani Sejahtera Cucuk Evi Lusiani; Eko Naryono; Anang Takwanto; Susanto Susanto; Listiyana Candra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41145

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengoperasikan sistem monitoring suhu berbasis sensor digital yang diintegrasikan dengan sistem sirkulasi udara (forced aeration) pada proses fermentasi pupuk organik di LPPNU Tani Sejahtera, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses fermentasi yang masih dilakukan secara konvensional tanpa monitoring suhu dan pengendalian aerasi sehingga pengelolaan proses belum optimal. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan dan implementasi teknologi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi terhadap 5 orang peserta menggunakan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan teknologi yang diterapkan membantu mengatasi permasalahan produksi, sedangkan 60% peserta menyatakan setuju dan 40% sangat setuju bahwa kegiatan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengoperasian teknologi fermentasi. Program ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang disertai pendampingan partisipatif mampu meningkatkan penerimaan teknologi dan kapasitas mitra dalam pengelolaan proses fermentasi. Kata kunci: aerasi; fermentasi pupuk organik; pemberdayaan masyarakat; sensor suhu; pertanian berkelanjutan Abstract This Community Service Program aimed to enhance the capacity of the LPPNU Tani Sejahtera farmer group in operating a digital sensor-based temperature monitoring system integrated with a forced aeration system for the organic fertilizer fermentation process in Duwet Village, Tumpang District, Malang Regency, Indonesia. The main challenge faced by the community partner was the conventional fermentation process, which lacked temperature monitoring and aeration control, resulting in suboptimal process management. The program was implemented using a participatory approach consisting of needs assessment, technology design and implementation, training, mentoring, and evaluation involving five participants through a questionnaire. The evaluation results showed that 100% of the participants stated that the implemented technology helped address production-related problems, while 60% agreed and 40% strongly agreed that the program improved their understanding and technical skills in operating the fermentation technology. These findings indicate that the implementation of appropriate technology, combined with participatory mentoring, effectively enhanced technology acceptance and strengthened the partners' capacity in managing the fermentation process. Keywords: aeration; organic fertilizer fermentation; community empowerment; sensor-based temperature monitoring; sustainable agriculture.