Listiyana Candra Dewi
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KATALIS ASAM SULFAT TERHADAP HASIL SINTESIS ALPHA-TERPINEOL Muhammad Fahreza Alif Maulana; Zakijah Irfin; Listiyana Candra Dewi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6676

Abstract

Terpineol adalah salah satu golongan senyawa monoterpena yang dibuat secara alami dari minyak pinus dan biasa disebut terpentin. Terpentin dihasilkan dari distilasi getah pohon pinus sebagai produk distilat yang berbentuk cair yang merupakan salah satu produk unggulan non kayu PT Perhutani di Indonesia. Produksi minyak terpentin dari getah pinus sangat melimpah namun hanya dijual mentah dan tidak diolah lebih lanjut. Terpentin mengandung alpha-pinene yang merupakan bahan utama pembuatan alpha-terpineol, alpha-terpineol tersebut banyak digunakan sebagai bahan baku utama pada industri seperti parfum, detergen dan lainnya. Hidrasi alpha-pinene dengan katalis asam dapat menghasilkan senyawa terpineol melalui reaksi terpin hydrate dengan melibatkan etanol untuk melarutkan air dalam minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari suhu dan penambahan katalis yang paling optimal dalam menghidrasi alpha-pinene sehingga didapatkan alpha-terpineol dalam jumlah maksimal. Pada penelitian ini sintesis alpha-terpineol menggunakan katalis asam sulfat dengan variasi konsentrasi 15% dan 20% serta variasi suhu 65˚C, 75˚C dan 85˚C. Metode yang digunakan yaitu pemanasan serta pengadukan sampai mencapai suhu tersebut. Lalu dilakukan pendinginan, pemisahan dan netralisasi dengan penambahan NaOH hingga pH 7. Setelah itu dilakukan distilasi untuk mendapatkan alpha-terpineol yang lebih murni. Sampel hasil sintesis dianalisis dengan alat Gas Chromatography dan didapatkan konversi alpha-pinene tertinggi sebesar 98% dengan yield sebesar 73,05% alpha-terpineol pada suhu 75˚C dan konsentrasi katalis asam sulfat 20%.
EKSTRAKSI PADAT-CAIR LIGNIN DARI JERAMI PADI DENGAN PENAMBAHAN NAOH 5% PADA SUHU DAN WAKTU TERTENTU Arya Duta Eka Nugraha; Lintang Alivia Anggerta; Listiyana Candra Dewi; Diana Novita Sari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6880

Abstract

Salah satu bahan alam yang memiliki potensi menjadi bahan baku pembuatan sunscreen alami adalah jerami padi. Jerami padi merupakan limbah dari pertanian padi yang melimpah di Indonesia. Secara umum, jerami padi biasanya digunakan sebagai pakan ternak dan sebagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos sementara sisanya dibakar untuk menghindari penumpukan sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya global warming. Kandungan lignin pada jerami padi dapat di ekstrak dengan ekstraksi padat cair. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak lignin yang terbaik dari nilai %yield dengan proses ekstraksi padat cair. Metode proses ekstraksi padat – cair jerami padi menggunakan sokletasi dan pelarut etanol 95% dengan sampel jerami padi yang digunakan sebesar 15 g ; 25 g ; 30 g dan proses hidrolisis dengan NaOH 5% didapatkan % yield lignin sebesar 0,25 % ; 21,21 % ; 17,97 % dengan %yield terbaik adalah pada sampel jerami 25 gram dengan hasil % yield sebesar 21,21 %.
EVALUASI PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI EFEKTIF MESIN MASAKAN DAN PUTARAN DI PG. KREBET BARU II MALANG Jadzlan Ramadhan Dwiputra; Listiyana Candra Dewi; Duta Widya Nur Hudha
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7763

Abstract

Industri perkebunan di Indonesia, khususnya pabrik gula, memeliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Tingginya kebutuhan gula nasional mendorong perusahaan produsen gula seperti PG. Krebet Baru II untuk selalu mengoptimalkan proses produksi. Penggunaan mesin yang melebihi kapasitasnya dapat menyebabkan ketidak berhasilan proses pabrikasi sehingga evaluasi atas kapasitas efisien mesin perlu dilakukan. Kondisi optimal terjadi jika kapasitas aktual lebih kecil atau sama dengan kapasitas efektif. Kualitas produk dan performa mesin akan berkurang seiring berjalannya waktu ketika mesin bekerja tidak pada kondisi optimal. Kendala performa tersebut, utamanya pada stasiun masakan dan putaran yang sistem kerjanya berlangsung secara berkesinambungan dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan sehingga diperlukan proses evaluasi. Proses evaluasi dilakukan dengan perolehan data aktual secara observasi langsung yang melibatkan nilai volume, luas permukaan, massa input, dan volume output dari setiap mesin. Data tersebut digunakan untuk proses perhitungan data penunjang sehingga diperoleh nilai masing-masing kapasitas mesin produksi. Hasil evaluasi menunjukkan kapasitas efektif kedua stasiun sudah memenuhi kapasitas aktual proses sehingga peningkatan kapasitas tidak diperlukan.