Romi Adiansyah
Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE DISKUSI KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN TUTOR SEBAYA TERHADAP PARTISIPASI AKTIF SISWA SMA Dhea Amanda; Romi Adiansyah; Muhammad Ali
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14098

Abstract

ABSTRACT Student participation in Biology learning is reflected not only in attendance but also in their willingness to interact, express ideas, respond to peers, and take responsibility during group activities. The initial condition at SMA Negeri 9 Bone indicated that such engagement was still limited; therefore, the Excretory System topic was taught through group discussions reinforced by a peer tutoring approach. The study involved 49 students, comprising 26 students in the experimental class and 23 students in the control class, using a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design. Active participation was observed before and after learning, and the data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The change in scores showed a stronger pattern in the experimental group, with the mean increasing from 46.08 to 76.27, while the control group increased from 42.87 to 59.91. This shift was also reflected in the category distribution, as students in the experimental group moved from the moderate and low categories to the good and very good categories. The Independent Samples t-test produced a significance value of 0.001 < 0.05. These findings indicate that combining group discussion with peer tutoring significantly differentiated students’ active participation and created a more collaborative learning environment. ABSTRAK Partisipasi siswa dalam pembelajaran Biologi tidak hanya terlihat dari kehadiran, tetapi juga dari kesediaan mereka untuk berinteraksi, menyampaikan gagasan, merespons teman, dan mengambil tanggung jawab dalam kegiatan kelompok. Kondisi awal di SMA Negeri 9 Bone memperlihatkan bahwa keterlibatan tersebut masih terbatas, sehingga pembelajaran Sistem Ekskresi diterapkan melalui diskusi kelompok yang diperkuat dengan pendekatan tutor sebaya. Penelitian ini melibatkan 49 siswa, terdiri atas 26 siswa kelas eksperimen dan 23 siswa kelas kontrol, dengan rancangan quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design. Partisipasi aktif diamati sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Perubahan skor memperlihatkan pola yang lebih kuat pada kelompok eksperimen, dari rata-rata 46,08 menjadi 76,27, sementara kelompok kontrol bergerak dari 42,87 menjadi 59,91. Pergeseran tersebut juga tampak pada distribusi kategori, ketika siswa eksperimen berpindah dari kategori cukup dan kurang menjadi baik dan sangat baik. Pengujian Independent Samples t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perpaduan diskusi kelompok dan tutor sebaya memberikan perbedaan yang signifikan terhadap partisipasi aktif siswa serta membuka ruang interaksi belajar yang lebih kolaboratif.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 16 BONE Ulfa Syahra; Muhammad Ali; Romi Adiansyah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.14243

Abstract

ABSTRACT Biology learning outcomes within the same group of students may reveal interesting patterns when viewed from a psychological perspective. In class X.E1 at SMA Negeri 16 Bone, most students demonstrated moderate levels of self-efficacy and emotional intelligence, while their biology learning outcomes tended to fall within the good category. This condition prompted an empirical examination of the relationship between these two psychological aspects and learning outcomes during the 2025/2026 academic year. This quantitative study employed a correlational design involving 33 students selected through purposive sampling from a population of 129 Grade X students. Self-efficacy and emotional intelligence were measured using Likert-scale questionnaires, while learning outcomes were obtained from documented Biology Mid-Semester Examination (UTS) scores. The Shapiro-Wilk test yielded a significance value of 0.004 for the learning outcome data; therefore, the relationships were analyzed using Spearman Rank correlation. Self-efficacy showed a correlation coefficient of 0.021 with p = 0.910, whereas emotional intelligence had a coefficient of 0.265 with p = 0.136. Neither relationship was statistically significant at the 0.05 level. These findings indicate that biology learning outcomes in the study group cannot be statistically explained by self-efficacy or emotional intelligence alone. Other learning-related factors and student characteristics should also be considered when understanding academic achievement. ABSTRAK Capaian belajar biologi pada kelompok siswa yang sama dapat memperlihatkan kondisi yang menarik ketika ditinjau dari aspek psikologis. Pada kelas X.E1 SMA Negeri 16 Bone, sebagian besar siswa memiliki efikasi diri dan kecerdasan emosional pada tingkat sedang, sementara capaian biologi cenderung berada pada kategori baik. Kondisi tersebut mendorong pengujian empiris terhadap keterkaitan kedua aspek psikologis tersebut dengan hasil belajar selama Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian kuantitatif berdesain korelasional ini melibatkan 33 siswa yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 129 siswa kelas X. Efikasi diri dan kecerdasan emosional diukur menggunakan angket Likert, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) Biologi. Pemeriksaan distribusi menggunakan Shapiro-Wilk menghasilkan signifikansi 0,004 pada data hasil belajar, sehingga analisis hubungan dilakukan dengan korelasi Spearman Rank. Efikasi diri menunjukkan koefisien korelasi 0,021 dengan p = 0,910, sedangkan kecerdasan emosional memiliki koefisien 0,265 dengan p = 0,136. Kedua hubungan tersebut tidak signifikan pada taraf 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa capaian biologi pada kelompok penelitian belum dapat diterangkan secara statistik melalui efikasi diri maupun kecerdasan emosional. Faktor pembelajaran dan karakteristik peserta didik lainnya perlu turut dipertimbangkan dalam memahami capaian akademik.