Tifana Indrafaina Al'munaf
Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi Sediaan Patch Mengandung Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera L.) Tifana Indrafaina Al'munaf; Ratih Aryani; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy 201 - 208
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24679

Abstract

Abstract. A laceration is skin damage caused by sharp-object trauma and may lead to bleeding and infection. Sembung leaves (Blumea balsamifera L.) contain flavonoids with potential wound-healing activity. This study aimed to determine the optimal formulation of a patch containing ethanol extract of Sembung leaves and to evaluate its in vivo wound-healing efficacy. Patch optimization was performed using a trial-and-error method by varying HPMC and PVP concentrations. Formula 3, containing 2.25% HPMC and 0.75% PVP, was selected as the optimal base. The patch was round, blackish-green, homogeneous, had a characteristic extract aroma, moisture content of the patch (7.26% ± 0.2), weight uniformity (0.02 g ± 0.00), thickness (0.3 mm ± 0), fold resistance >200 times, and pH (6.37 ± 0.01).  Furthermore, the results of the 5% patch formula (F3C) showed the best efficacy in wound healing on the. Abstrak. Luka sayat merupakan kondisi terjadinya kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh trauma benda tajam seperti pisau atau benda tajam lainnya, sehingga berisiko mengalami perdarahan dan infeksi. Daun sembung (Blume balsamifera L.) mengandung berbagai senyawa kimia aktif, salah satunya flavonoid yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik sediaan patch yang mengandung ekstrak etanol daun sembung berdasarkan hasil evaluasi sediaan dan efektivitas penutupan luka secara in vivo. Optimasi formula sediaan patch dilakukan berdasarkan variasi konsentrasi HPMC dan PVP sebagai polimer. Formula optimal sediaan patch diperoleh pada formula 3 dengan kombinasi HPMC 2,25% dan PVP 0,75%, yang menghasilkan patch yang memenuhi persyaratan evaluasi, yaitu berbentuk lembaran persegi panjang, berwarna hijau kehitaman, beraroma khas ekstrak, homogen, dengan kadar air sebesar 7,26% ± 0,2, keseragaman bobot sebesar 0,02 g ± 0,00, ketebalan sebesar 0,3 mm ± 0, ketahanan lipatan >200 kali, dan pH sebesar 6,37 ± 0,01. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa sediaan patch dengan ekstrak 5% (F3C) memberikan hasil terbaik dengan penyembuhan luka pada hari ke-12.