Abstract. Community-Acquired Pneumonia (CAP) is one of the main causes of hospitalization in pediatric patients. Inappropriate use of antibiotics can reduce the effectiveness of treatment, prolong hospitalization, increase health care costs, and potentially lead to antibiotic resistance. The purpose of this study was to determine antibiotic use and determine the percentage of rational and irrational antibiotic use using the Gyssens method in hospitalized pediatric patients with community acquired pneumonia at Bandung Kiwari Regional Hospital. This study was conducted as a retrospective analytical observational study using total sampling based on medical record data. Based on the research conducted, in hospitalized pediatric patients with community-acquired pneumonia at Bandung Kiwari Regional Hospital in the period 2023-2025, it showed that antibiotic use included; Cefotaxime (18,92%), ceftriaxone (18,92%), ceftriaxone + azithromycin (21,62%), cefotaxime + cloxacillin (5.41%), ampicillin (5.41%), ceftriaxone + cloxacillin (10,81%), azithromycin (2,70%), levofloxacin (2,70%), where according to the evaluation results of antibiotic use as empirical therapy according to the Gyssens method, the rational use of antibiotics (category 0) was 80.65% and the irrational use of antibiotics included in category IV C (there are cheaper antibiotic alternatives) was 19.35%. Meanwhile, the evaluation results of antibiotics as definitive therapy according to the Gyssens method obtained rational antibiotics (category 0) as much as 66.67% and irrational antibiotics included in category IV C (there are cheaper antibiotic alternatives) as much as 33.33%. Abstrak. Pneumonia komunitas (Community Acquired Pneumonia/CAP) adalah salah satu penyebab utama pasien pediatri dirawat di rumah sakit. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas pengobatan, memperpanjang masa rawat inap, meningkatkan biaya perawatan kesehatan, dan berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan antibiotik serta menentukan persentase penggunaan antibiotik rasional dan tidak rasional menggunakan metode Gyssens pada pasien pediatri rawat inap dengan pneumonia komunitas di RSUD Bandung Kiwari. Penelitian ini dilakukan sebagai studi observasional analitik retrospektif menggunakan total sampling berdasarkan data rekam medis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pada pasien rawat inap anak dengan pneumonia komunitas di RSUD Bandung Kiwari pada periode 2023-2025, menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik meliputi; sefotaksim (32,43%), seftriakson (18,92%), seftriakson + azitromisin (21,62%), sefotaksim + kloksasilin (10,81%), ampisilin (5,41%), seftriakson + kloksasilin (5,41%), azitromisin (2,70%), levofloksasin (2,70%), di mana menurut hasil evaluasi penggunaaan antibiotik sebagai terapi empiris menurut metode Gyssens diperoleh penggunaan antibiotik rasional (kategori 0) sebanyak 80,65% dan penggunaan antibiotik tidak rasional termasuk dalam kategori IV C (ada alternatif antibiotik yang lebih murah) sebanyak 19,35%. Sedangkan, hasil evaluasi antibiotik sebagai terapi definitif menurut metode Gyssens diperoleh antibiotik rasional (kategori 0) sebanyak 66,67% dan tidak rasional termasuk dalam kategori IV C (ada alternatif antibiotik yang lebih murah) sebanyak 33,33%