p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Peran Literasi Digital Dalam Mencari Informasi Kesehatan Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Di SMPN 8 Palangka Raya Lola Angeli Octavian Kobie; Putria Carolina; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1289

Abstract

Peran literasi digital memberikan kemudahan bagi siswa dalam memperolehinformasi kesehatan. Kemampuan literasi digital yang baik memungkinkan siswa mengakses,memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat sehingga dapatmendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Namun, masih banyak siswayang menggunakan teknologi digital hanya untuk hiburan dan belum memanfaatkannya secaraoptimal untuk mencari informasi kesehatan.Tujuan : Mengetahui hubungan peran literasi digital dalam mencari informasi kesehatandengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa SMPN 8 PalangkaRaya.Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah siswa SMPN 8 Palangka Raya dengan sampel sebanyak 67responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitianberupa kuesioner literasi digital dan kuesioner PHBS. Analisis data menggunakan uji SpearmanRank dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil : Sebagian besar responden memiliki peran literasi digital dalam mencari informasikesehatan kategori baik sebanyak 48 responden (63,2%), kategori cukup 19 responden (25,0%),dan kategori kurang 9 responden (11,8%). Penerapan PHBS berada pada kategori baik sebanyak46 responden (60,5%), kategori cukup 21 responden (27,6%), dan kategori kurang 9 responden(11,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisienkorelasi r = 0,671 yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara peranliterasi digital dalam mencari informasi kesehatan dengan penerapan PHBS pada siswa SMPN 8Palangka Raya.Kesimpulan : Semakin baik peran literasi digital siswa dalam mencari informasi kesehatan,semakin baik pula penerapan PHBS. Sekolah diharapkan meningkatkan edukasi kesehatanberbasis digital guna mendukung perilaku hidup sehat pada siswa.
Hubungan Peran Keluarga Dalam Pengelolaan Makanan Dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Muthia Azhara; Putria Carolina; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1334

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatanmasyarakat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gagalginjal. Upaya pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui penerapan perilaku hidup sehat, terutama dalampengelolaan pola makan. Peran keluarga dalam pengelolaan makanan, seperti penyediaan makanan sehat,pengaturan pola makan, dan pengawasan konsumsi makanan berisiko, dapat memengaruhi perilakupencegahan hipertensi. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukungindividu untuk menerapkan perilaku pencegahan hipertensi secara optimal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Peran Keluarga Dalam Pengelolaan MakananDengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian crosssectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampling AccidentalSampling yang diisi oleh total 80 responden. Uji statistik menggunakan Spearman Rank.Hasil: Hasil analisa statistik dengan uji Spearman’s Rho Hubungan Peran Keluarga Dalam PengelolaanMakanan Dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya diperoleh nilaip value = 0,000 < 0,05. HA diterima yang artinya terdapat Hubungan Peran Keluarga Dalam PengelolaanMakanan Dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. KekuatanHubungan Peran Keluarga Dalam Pengelolaan Makanan Dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi DiPuskesmas Pahandut Kota Palangka Raya diperoleh nilai 0,901 yang artinya memiliki kekuatan sangat kuatdengan arah hubungan positif.Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Peran Keluarga DalamPengelolaan Makanan Dengan Perilaku Pencegahan Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya.
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Motivasi Belajar Siswa SDN Pamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Natanael Apan Taib; Putria Carolina; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1336

Abstract

Sarapan pagi merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan dalam memenuhikebutuhan energi setelah berpuasa semalaman. Asupan energi pada pagi hari mendukung fungsikognitif, seperti konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir, sehingga dapat meningkatkanmotivasi belajar siswa. Namun, masih terdapat siswa yang belum terbiasa sarapan sebelum berangkatke sekolah sehingga berpotensi menurunkan kesiapan dan motivasi belajar.Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa SDNPamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan motivasi belajar, kemudiandianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansiα = 0,05.Hasil: Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori sedang sebanyak 19 siswa(41,3%) dan motivasi belajar kategori sedang sebanyak 22 siswa (47,8%). Hasil uji Spearman Rankmenunjukkan nilai r = 0,904 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubunganpositif, sangat kuat, dan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasibelajar siswa. Semakin baik kebiasaan sarapan pagi, semakin tinggi motivasi belajar siswa. Hasilpenelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalammeningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang untuk mendukung motivasibelajar.