Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merawat Hafalan Al-Qur’an melalui Komunitas: Manajemen Jam’iyah Huffadz di Kecamatan Limbangan Umi Bariroh; Khairu Ramadani Nurul Hidayah; Moh Anwar Salafudin; Ahmad Hadi Pranoto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i3.7100

Abstract

Pemeliharaan hafalan Al-Qur’an menjadi persoalan penting bagi penghafal setelah kembali dari lingkungan pesantren. Berkurangnya intensitas pembinaan, perubahan lingkungan, dan kesibukan sehari-hari dapat menyebabkan praktik murajaah tidak berlangsung secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen Jam’iyah Huffadz dalam merawat hafalan Al-Qur’an melalui praktik komunitas di Kecamatan Limbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota Jam’iyah Huffadz. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jam’iyah Huffadz yang berdiri sejak 2002 menyediakan ruang pemeliharaan hafalan melalui pertemuan rutin setiap bulan dengan kegiatan khataman 30 juz, simaan estafet 5 juz, dan tartilan satu halaman secara bergantian. Kegiatan tersebut mendorong anggota melakukan persiapan dan murajaah di rumah sebelum pertemuan. Praktik membaca dan menyimak secara bersama juga membentuk tanggung jawab kolektif dan dukungan sosial antaranggota. Jam’iyah Huffadz dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai wadah pertemuan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang keberlanjutan praktik hafalan setelah anggota meninggalkan lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeliharaan hafalan dapat diperkuat melalui integrasi antara usaha individual, praktik komunitas, dan tanggung jawab kolektif.
Empirisme Francis Bacon dan Kritik terhadap Bias Pengetahuan: Analisis Metode Induksi dan Four Idols dalam Perspektif Filsafat Ilmu Modern Khairu Ramadani nurul Hidayah; Umi Bariroh; Hilda Khafizhatul Khusna
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i3.7109

Abstract

This study examines Francis Bacon's empiricist thinking, focusing on the inductive method and the concept of the four idols as a critique of knowledge bias from the perspective of modern philosophy of science. This study aims to analyze Bacon's concept of empiricism, the inductive method he developed, and the relevance of the four idols critique to modern knowledge bias phenomena such as hoaxes, information manipulation, and subjectivity in knowledge production. This study employed library research with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from primary sources in the form of Francis Bacon's works, particularly the Novum Organum, as well as various secondary literature related to empiricism, epistemology, and the philosophy of science. Data analysis was conducted through content analysis, interpreting key concepts descriptively and critically. The results show that Bacon's empiricism places sensory experience, observation, and experimentation as the primary foundations for acquiring scientific knowledge. Through the inductive method, Bacon emphasized that knowledge must be built from empirical facts to systematic generalizations. Furthermore, the concept of the four idols, consisting of idols of the tribe, idols of the cave, idols of the marketplace, and idols of the theater, critiques various human biases that can hinder the objectivity of knowledge. From the perspective of modern philosophy of science, Bacon's thinking remains relevant as a basis for developing a critical, objective, and scientific attitude in the face of the current crisis of scientific validity.