Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI PEMBELAJARAN HOLISTIK PAI DI ERA KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA Jimmy Malintang; Nurul Laely Mahmudah; Saidatul Munazilah; Fahmi; Ahmad Hadi Pranoto; Alhijir Yasir Abdul Karim
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 3 (2025): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v9i3.2593

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in the era of the Independent Curriculum is required to not only focus on cognitive aspects, but also to be able to develop students' emotional intelligence as preparation for facing the challenges of the 21st century. This study aims to formulate a holistic PAI learning innovation model that is relevant to emotional resilience needs. A descriptive qualitative research approach was used through library research by reviewing national and international literature on PAI, emotional intelligence, and the Merdeka Curriculum. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify conceptual relationships and opportunities for integration. The results showed that a holistic approach based on reflection, empathy, collaboration, and social projects was effective in developing five aspects of emotional intelligence: self-awareness, self-management, motivation, empathy, and social skills. This study confirms that this model makes PAI not only a means of knowledge transfer, but also a transformative medium for shaping the character, spirituality, and emotional resilience of students. Thus, holistic PAI learning innovation within the framework of the Merdeka Curriculum has the potential to strengthen the function of Islamic education as a pillar of developing a superior, adaptive, and noble generation.
Merawat Hafalan Al-Qur’an melalui Komunitas: Manajemen Jam’iyah Huffadz di Kecamatan Limbangan Umi Bariroh; Khairu Ramadani Nurul Hidayah; Moh Anwar Salafudin; Ahmad Hadi Pranoto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i3.7100

Abstract

Pemeliharaan hafalan Al-Qur’an menjadi persoalan penting bagi penghafal setelah kembali dari lingkungan pesantren. Berkurangnya intensitas pembinaan, perubahan lingkungan, dan kesibukan sehari-hari dapat menyebabkan praktik murajaah tidak berlangsung secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen Jam’iyah Huffadz dalam merawat hafalan Al-Qur’an melalui praktik komunitas di Kecamatan Limbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota Jam’iyah Huffadz. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jam’iyah Huffadz yang berdiri sejak 2002 menyediakan ruang pemeliharaan hafalan melalui pertemuan rutin setiap bulan dengan kegiatan khataman 30 juz, simaan estafet 5 juz, dan tartilan satu halaman secara bergantian. Kegiatan tersebut mendorong anggota melakukan persiapan dan murajaah di rumah sebelum pertemuan. Praktik membaca dan menyimak secara bersama juga membentuk tanggung jawab kolektif dan dukungan sosial antaranggota. Jam’iyah Huffadz dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai wadah pertemuan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang keberlanjutan praktik hafalan setelah anggota meninggalkan lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeliharaan hafalan dapat diperkuat melalui integrasi antara usaha individual, praktik komunitas, dan tanggung jawab kolektif.