Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Program Birrul Walidain Sebagai Hidden Curriculum dalam Membentuk Karakter Islami Peserta Didik di SDIT Kartika Buana Umi Bariroh; Iffatul Maula
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Birrul Walidain program as part of the hidden curriculum in shaping the Islamic character of students at SDIT Kartika Buana. The program was designed to instill the value of filial piety through a habituation approach that integrates home and school environments. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Birrul Walidain program is effective based on Budiani’s (2007) four dimensions of program effectiveness: (1) program accuracy, indicated by the relevance of theme and practical character learning methods; (2) implementation accuracy, seen in school–parent collaboration and active teacher involvement; (3) target accuracy, reflected in the appropriateness to students’ moral development stages; and (4) goal accuracy, observed through behavioral changes such as increased respect and concern for parents. The program also succeeded in fostering a school culture that supports Islamic values through a well-structured, reflective, and contextual hidden curriculum strategy. Keywords: birrul walidain, character education, hidden curriculum, elementary school, islamic education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Birrul Walidain sebagai bagian dari hidden curriculum dalam membentuk karakter Islami peserta didik di SDIT Kartika Buana. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai berbakti kepada orang tua melalui pendekatan pembiasaan yang terintegrasi antara sekolah dan rumah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Birrul Walidain efektif berdasarkan empat dimensi efektivitas menurut Budiani (2007), yaitu: (1) ketepatan program, ditunjukkan dengan relevansi tema dan metode pembelajaran karakter berbasis praktik; (2) ketepatan pelaksanaan, tercermin dalam integrasi sekolah-orang tua dan keterlibatan aktif guru; (3) ketepatan sasaran, ditunjukkan oleh kesesuaian tahap perkembangan moral siswa sekolah dasar; dan (4) ketepatan tujuan, terlihat dari perubahan perilaku siswa dalam bentuk sikap hormat dan kepedulian terhadap orang tua. Program ini juga berhasil membangun budaya sekolah yang mendukung karakter Islami melalui strategi hidden curriculum yang terstruktur, reflektif, dan kontekstual. Kata Kunci: birrul walidain, pendidikan karakter, hidden curriculum, sekolah dasar, pendidikan islam
Efektivitas Program Birrul Walidain Sebagai Hidden Curriculum dalam Membentuk Karakter Islami Peserta Didik di SDIT Kartika Buana Umi Bariroh; Iffatul Maula
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the Birrul Walidain program as part of the hidden curriculum in shaping the Islamic character of students at SDIT Kartika Buana. The program was designed to instill the value of filial piety through a habituation approach that integrates home and school environments. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the interactive model by Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Birrul Walidain program is effective based on Budiani’s (2007) four dimensions of program effectiveness: (1) program accuracy, indicated by the relevance of theme and practical character learning methods; (2) implementation accuracy, seen in school–parent collaboration and active teacher involvement; (3) target accuracy, reflected in the appropriateness to students’ moral development stages; and (4) goal accuracy, observed through behavioral changes such as increased respect and concern for parents. The program also succeeded in fostering a school culture that supports Islamic values through a well-structured, reflective, and contextual hidden curriculum strategy. Keywords: birrul walidain, character education, hidden curriculum, elementary school, islamic education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Birrul Walidain sebagai bagian dari hidden curriculum dalam membentuk karakter Islami peserta didik di SDIT Kartika Buana. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai berbakti kepada orang tua melalui pendekatan pembiasaan yang terintegrasi antara sekolah dan rumah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Birrul Walidain efektif berdasarkan empat dimensi efektivitas menurut Budiani (2007), yaitu: (1) ketepatan program, ditunjukkan dengan relevansi tema dan metode pembelajaran karakter berbasis praktik; (2) ketepatan pelaksanaan, tercermin dalam integrasi sekolah-orang tua dan keterlibatan aktif guru; (3) ketepatan sasaran, ditunjukkan oleh kesesuaian tahap perkembangan moral siswa sekolah dasar; dan (4) ketepatan tujuan, terlihat dari perubahan perilaku siswa dalam bentuk sikap hormat dan kepedulian terhadap orang tua. Program ini juga berhasil membangun budaya sekolah yang mendukung karakter Islami melalui strategi hidden curriculum yang terstruktur, reflektif, dan kontekstual. Kata Kunci: birrul walidain, pendidikan karakter, hidden curriculum, sekolah dasar, pendidikan islam
Collaborative Curriculum Management through the Birrul Walidain Program in Strengthening Islamic Character and Memorization of the Qur'an Umi Bariroh; Moh Anwar Salafudin; Ahmad Hadi Pranoto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 2 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i2.7097

Abstract

This study aims to analyze collaborative curriculum management through the Birrul Walidain Program in strengthening Islamic character and memorization of the Qur'an of students at SDIT Kartika Buana. The research uses a qualitative approach with a case study design. The main data was obtained through interviews, observations, and documentation, while the questionnaire data was used as supporting data to strengthen the interpretation of qualitative findings. Data analysis is carried out through data condensation, data presentation, and conclusion drawing and verification. The validity of the data is strengthened through triangulation of sources and techniques. The results of the study show that the Birrul Walidain Program builds school-family collaboration through program planning, role sharing, communication, assistance for student activities at home, monitoring, and continuous evaluation. The formation of Islamic character takes place through the habit of prayer, tadarus, discipline, responsibility, helping parents, and the example of teachers which is strengthened through family assistance. Strengthening the memorization of the Qur'an is carried out through murojaah and tahfiz activities at school and memorization assistance at home. The questionnaire data used as support showed an average score of 4.56, with a score of 4.52 on collaborative curriculum management, 4.61 on the formation of Islamic characters, and 4.55 on improving the memorization of the Qur'an. The findings show that the effectiveness of the program is formed through the continuity of education between schools and families supported by continuous monitoring and evaluation. This research confirms that collaborative curriculum management can be a strategic mechanism to integrate the formation of Islamic character and the strengthening of Qur'an memorization through school-family partnerships.
Merawat Hafalan Al-Qur’an melalui Komunitas: Manajemen Jam’iyah Huffadz di Kecamatan Limbangan Umi Bariroh; Khairu Ramadani Nurul Hidayah; Moh Anwar Salafudin; Ahmad Hadi Pranoto
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 3 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i3.7100

Abstract

Pemeliharaan hafalan Al-Qur’an menjadi persoalan penting bagi penghafal setelah kembali dari lingkungan pesantren. Berkurangnya intensitas pembinaan, perubahan lingkungan, dan kesibukan sehari-hari dapat menyebabkan praktik murajaah tidak berlangsung secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen Jam’iyah Huffadz dalam merawat hafalan Al-Qur’an melalui praktik komunitas di Kecamatan Limbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota Jam’iyah Huffadz. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jam’iyah Huffadz yang berdiri sejak 2002 menyediakan ruang pemeliharaan hafalan melalui pertemuan rutin setiap bulan dengan kegiatan khataman 30 juz, simaan estafet 5 juz, dan tartilan satu halaman secara bergantian. Kegiatan tersebut mendorong anggota melakukan persiapan dan murajaah di rumah sebelum pertemuan. Praktik membaca dan menyimak secara bersama juga membentuk tanggung jawab kolektif dan dukungan sosial antaranggota. Jam’iyah Huffadz dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai wadah pertemuan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang keberlanjutan praktik hafalan setelah anggota meninggalkan lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pemeliharaan hafalan dapat diperkuat melalui integrasi antara usaha individual, praktik komunitas, dan tanggung jawab kolektif.