Putu Vina Febryanti
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Fisika SMA: Tinjauan Naratif terhadap Dampaknya pada Hasil Belajar dan Berpikir Kritis Siswa Putu Vina Febryanti; Ida Bagus Putu Mardana; I Nengah Edi Budiarta
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/ar17ea85

Abstract

Pembelajaran fisika di Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak hanya bertujuan membangun penguasaan konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Rendahnya capaian literasi sains dan hasil belajar fisika mendorong perlunya penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, salah satunya Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan menyajikan tinjauan naratif mengenai penerapan PBL pada pembelajaran fisika SMA dengan menyintesis berbagai temuan penelitian terkait pengaruhnya terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kajian disusun melalui penelaahan berbagai artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021–2026 dan diperoleh dari Google Scholar, Garuda, serta Directory of Open Access Journals (DOAJ). Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif, kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kemampuan pemecahan masalah pada berbagai materi fisika. Selain itu, efektivitas PBL dipengaruhi oleh karakteristik materi pembelajaran, pemanfaatan media pendukung, serta kualitas implementasi model di kelas. Secara keseluruhan, PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam mendukung pembelajaran fisika di SMA karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui penyelesaian masalah yang kontekstual. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis masalah perlu terus dilakukan agar manfaat PBL dapat dioptimalkan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MAGNETIT (Fe3O4) DARI PASIR BESI MELALUI METODE KOPRESIPITASI: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Putu Vina Febryanti; Ida Bagus Putu Mardana; I Nengah Edi Budiarta
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14844

Abstract

Magnetite (Fe₃O₄) is one of the most promising magnetic materials due to its broad applications in electronics, environmental remediation, and biomedical fields. Indonesia possesses abundant iron sand resources, providing significant potential for producing value-added magnetite through the co-precipitation method, which is recognized for its simplicity, cost-effectiveness, and high synthesis efficiency. This study aims to comprehensively review previous research on the synthesis and characterization of magnetite (Fe₃O₄) derived from iron sand using the co-precipitation method and to analyze the influence of synthesis parameters on the resulting material characteristics. A Systematic Literature Review (SLR) employing the PRISMA framework was conducted through the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of relevant scientific publications. The collected data were analyzed qualitatively using data reduction, comparison, synthesis, and interpretation techniques. The review indicates that the co-precipitation method successfully produces magnetite with an inverse spinel cubic crystal structure, nanometer-scale crystallite size, predominantly spherical particle morphology with agglomeration tendencies, and elemental compositions dominated by iron (Fe) and oxygen (O). Furthermore, variations in synthesis pH significantly influence crystallite size, particle morphology, and magnetic properties. Characterization using XRD, SEM–EDS, XRF, and VSM consistently demonstrates that the synthesized magnetite exhibits soft magnetic to superparamagnetic behavior. Overall, this review concludes that the co-precipitation method is an effective approach for producing high-quality magnetite from iron sand and offers considerable potential for applications in electronics, sensors, environmental remediation, and biomedical technologies. ABSTRAK Magnetit (Fe₃O₄) merupakan salah satu material magnetik yang memiliki potensi luas dalam berbagai bidang, seperti elektronik, lingkungan, dan biomedis. Ketersediaan sumber daya pasir besi yang melimpah di Indonesia menjadikan material ini berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sintesis magnetit bernilai tambah melalui metode kopresipitasi yang dikenal sederhana, ekonomis, dan efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hasil-hasil penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi magnetit (Fe₃O₄) dari pasir besi melalui metode kopresipitasi, serta menganalisis pengaruh parameter sintesis terhadap karakteristik material yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi, sintesis, perbandingan, dan interpretasi hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode kopresipitasi mampu menghasilkan magnetit berstruktur kristal kubik (inverse spinel) dengan ukuran kristal pada skala nanometer, morfologi partikel yang umumnya berbentuk sferis dengan kecenderungan aglomerasi, serta komposisi unsur yang didominasi oleh besi (Fe) dan oksigen (O). Variasi pH sintesis berpengaruh terhadap ukuran kristal, morfologi, dan sifat kemagnetan material, sedangkan karakterisasi menggunakan XRD, SEM–EDS, XRF, dan VSM menunjukkan bahwa magnetit hasil sintesis memiliki karakteristik soft magnetic hingga superparamagnetik. Kajian ini menyimpulkan bahwa metode kopresipitasi merupakan pendekatan yang efektif untuk menghasilkan magnetit berkualitas dari pasir besi serta memiliki prospek yang menjanjikan untuk pengembangan aplikasi pada bidang elektronik, sensor, pengolahan lingkungan, dan biomedis.