Bimbingan dan konseling (BK) merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berperan membantu individu mencapai perkembangan pribadi, sosial, akademik, dan karier secara optimal. Perubahan karakteristik peserta didik, kompleksitas permasalahan psikososial, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental menuntut layanan BK memiliki landasan konseptual yang kuat sekaligus mampu diterapkan secara adaptif dalam praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis landasan konseptual BK serta mengidentifikasi implikasinya terhadap implementasi layanan di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan prinsip pelaporan PRISMA 2020. Literatur ditelusuri melalui basis data ilmiah (Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Garuda) dengan kata kunci terkait guidance and counseling, school counseling, teori konseling, kompetensi konselor, kesehatan mental peserta didik, layanan digital, dan implementasi program BK. Dari 1.245 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 48 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa landasan konseptual BK tidak dapat dipisahkan dari pandangan tentang manusia sebagai individu yang berkembang, memiliki potensi, membutuhkan dukungan, dan berada dalam konteks sosial-budaya tertentu. Implikasi praktisnya terlihat pada kebutuhan layanan yang komprehensif, preventif, perkembangan, berbasis kebutuhan, responsif terhadap keragaman, berorientasi pada hasil, serta didukung kompetensi profesional konselor. Kajian juga menunjukkan pentingnya integrasi teknologi digital secara etis dan penguatan kolaborasi antara konselor, guru, keluarga, dan pemangku kepentingan. Dengan demikian, penguatan landasan konseptual menjadi prasyarat bagi pengembangan layanan BK yang relevan, inklusif, berbasis bukti, dan responsif terhadap tantangan pendidikan masa depan.