Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Employee Engagement dan Job Satisfaction dengan Organizational Commitment sebagai Variabel Mediasi Mohamad Reza; R. Bambang Budhijana; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 1 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/50sctp76

Abstract

Work-life balance menjadi isu penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor perbankan, terutama seiring meningkatnya ekspektasi karyawan terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance terhadap employee engagement dan job satisfaction dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada karyawan tetap Bank BTN Kantor Cabang Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang berlandaskan Conservation of Resources Theory dan Social Exchange Theory. Seluruh karyawan tetap yang berjumlah 85 orang dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 6 poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, job satisfaction, dan organizational commitment. Organizational commitment juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement serta job satisfaction. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa organizational commitment mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan employee engagement, namun tidak memediasi hubungan antara work-life balance dan job satisfaction. Temuan ini mengindikasikan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi mendorong keterlibatan karyawan melalui pembentukan komitmen organisasi terlebih dahulu, sedangkan kepuasan kerja lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh work-life balance tanpa memerlukan komitmen organisasi sebagai perantara. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia pada konteks perbankan BUMN di Indonesia.