Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kecukupan Modal, Tingkat Efisiensi, Likuiditas dan Inflasi Terhadap Profitabilitas pada bank umum Syariah periode 2012 - 2016 Syauqi Antar Rabbani; Subarjo Joyosumarto
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Keuangan Dan Perbankan, Volume 16 No. 2, Juni 2020
Publisher : STIE Indonesia Banking School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.012 KB) | DOI: 10.35384/jkp.v16i2.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh kecukupan modal, tingkat efisiensi, likuiditas dan inflasi terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Syariah. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan bank umum Syariah di Indonesia dari periode tahun 2012-2016. Setelah melewati Purposive sampling, terdapat 11 Bank Umum syariah yang memenuhi syarat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Publikasi Laporan Keuangan triwulan dari masing-masing Bank Umum Syariah periode 2012-2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, serta diolah menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian ini menunjukan kecukupan modal dan tingkat efisiensi berpengaruh terhadap Profitabilitas, sedangkan likuiditas dan inflasi tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas bank umum syariah.
The Effect of Work-Life Balance, Workload, Compensation, and Organizational Culture on Employee Job Satisfaction in the Capital Market Sector – Financial Services Authority RR Lissa Arumdari; Subarjo Joyosumarto; Enny Haryanti; Antyo Pracoyo
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i3.2665

Abstract

This study aims to analyze the influence of work-life balance, workload, compensation, and organizational culture on employee job satisfaction in the Capital Market sector of the Financial Services Authority (OJK). The background of this research is based on the increasing complexity of the world of work in the financial sector, which demands high performance and fluctuations in the level of employee job satisfaction. The study uses a quantitative approach with a causal associative design (ex post facto). Data were collected through a survey using a questionnaire with a Likert scale administered to employees of the OJK Capital Market sector, with a random sampling technique. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method to test the relationships between variables. The results show that compensation, workload, and organizational culture have a positive and significant effect on employee job satisfaction, with compensation being the most dominant factor. Meanwhile, work-life balance did not show a significant influence on job satisfaction in the context of this study, so it can be concluded that employee job satisfaction is more influenced by organizational structure and material factors than by the management of work-life balance.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi di Bank Papua KCU Sorong Ade Hari Murti; Antyo Pracoyo; Batara Maju Simatupang; Subarjo Joyosumarto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan pada Bank Papua KCU Sorong. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan dan variabel independen menggunakan Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja dan Budaya Organisasi dengan variabel mediasi Motivasi Kerja. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel yang sebanyak 70 responden. Metode analisis yang digunakan didalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis data kuantitatif. Teknik pengolahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode Struktur Equation Modelling menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kepuasaan Kerja dan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Motivasi Kerja, sedangkan variabel Kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh terhadap Motivasi Kerja. Variabel Kepuasaan Kerja dan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan, sedangkan variabel Kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Variabel Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja, sedangkan variabel Kepuasaan Kerja dan Kepemimpinan Transformasional tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Kerja.
Pengaruh Work-Life Balance, Kompensasi, Disiplin, Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Bank Papua Tambrauw Albert Berce Tambengi; Erric Wijaya; Ennny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i4.337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance, kompensasi, disiplin kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Bank Papua Cabang Tambrauw. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 45 responden yang merupakan seluruh pegawai pada cabang tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0 dengan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel secara simultan dan parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance, disiplin kerja, dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa pegawai yang mampu menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi, memiliki tingkat disiplin yang baik, serta bekerja dalam lingkungan yang kondusif cenderung menunjukkan kinerja yang lebih optimal. Sementara itu, kompensasi terbukti berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa faktor finansial belum menjadi penentu utama dalam meningkatkan kinerja di lingkungan kerja ini. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan pentingnya aspek non-material dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi manajemen perbankan dalam merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan kinerja pegawai melalui penguatan work-life balance, penerapan disiplin kerja yang konsisten, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas dan kenyamanan kerja.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN GENERASI Z DI DKI JAKARTA) Almira Talitha Zuleiha; Antyo Pracoyo; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2026): Maret : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/5e8b0x88

Abstract

This study aims to evaluate the level of job satisfaction among Generation Z employees in the Jakarta Special Capital Region (DKI Jakarta). The analysis focuses on four variables considered to have potential influence on job satisfaction: leadership style, compensation, work environment, and organizational culture. These four aspects are treated as independent variables, while job satisfaction serves as the dependent variable whose relationship is examined. A quantitative approach was employed to process the collected data, utilizing the Structural Equation Modelling (SEM) method, specifically the Partial Least Squares (PLS) technique. Data analysis was conducted with the assistance of SmartPLS software. Primary data were obtained through online questionnaires distributed via Google Forms, targeting respondents categorized as Generation Z employees currently working in Jakarta. The findings reveal that leadership style and work environment have a significant and positive impact on job satisfaction. This suggests that effective leadership and a supportive work setting can enhance employees’ overall satisfaction. On the other hand, while compensation and organizational culture also show a positive relationship with job satisfaction, their influence is not statistically significant. In other words, these two variables do not exert a strong enough effect to explain the variations in job satisfaction among Generation Z employees within the scope of this study.
Pengaruh Organization Culture Dan Komitmen Organisasi Terhadap Employee Performance Dimoderasi Motivasi Individu James Jacky Wayoi; Antyo Pracoyo; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol. 22 No. 01 (2025): Jurnal Keuangan Dan Perbankan, Volume 22, No.1, Desember 2025
Publisher : STIE Indonesia Banking School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35384/jkp.v22i01.855

Abstract

This study examines the effect of organizational culture and organizational commitment on employee performance, with individual motivation as a moderating variable at PT. Bank Papua Biak Branch. The population consisted of 57 employees, including permanent, contract (PKWT), and interns, with sampling conducted using a non-probability technique. Data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). Results show that organizational culture has a positive and significant effect on employee performance, indicating that stronger culture leads to higher performance. Meanwhile, organizational commitment has a positive but insignificant effect, suggesting that commitment alone is not sufficient to improve outcomes. Individual motivation strengthens the link between culture and performance, as motivated employees reinforce the role of culture in enhancing results. However, motivation does not moderate the relationship between commitment and performance. Based on these findings, management is advised to reinforce organizational culture through training, value dissemination, and exemplary leadership. Organizational commitment can be improved through participatory management, while motivation should be supported by fair rewards, career opportunities, recognition, and a positive work environment. Future studies are encouraged to explore other moderating variables, such as job satisfaction, organizational climate, or leadership style, for more comprehensive insights.
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Employee Engagement dan Job Satisfaction dengan Organizational Commitment sebagai Variabel Mediasi Mohamad Reza; R. Bambang Budhijana; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 1 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/50sctp76

Abstract

Work-life balance menjadi isu penting dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor perbankan, terutama seiring meningkatnya ekspektasi karyawan terhadap keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance terhadap employee engagement dan job satisfaction dengan organizational commitment sebagai variabel mediasi pada karyawan tetap Bank BTN Kantor Cabang Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang berlandaskan Conservation of Resources Theory dan Social Exchange Theory. Seluruh karyawan tetap yang berjumlah 85 orang dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 6 poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, job satisfaction, dan organizational commitment. Organizational commitment juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement serta job satisfaction. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa organizational commitment mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan employee engagement, namun tidak memediasi hubungan antara work-life balance dan job satisfaction. Temuan ini mengindikasikan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi mendorong keterlibatan karyawan melalui pembentukan komitmen organisasi terlebih dahulu, sedangkan kepuasan kerja lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh work-life balance tanpa memerlukan komitmen organisasi sebagai perantara. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia pada konteks perbankan BUMN di Indonesia.
Pengaruh Work-Life Balance, Gaya Kepemimpinan Transformasional, dan Budaya Kerja Terhadap Employee Engagement dengan Job Satisfaction sebagai Variabel Mediasi Lintang Eka Larastiti; R. Bambang Budhijana; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 1 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/929kma36

Abstract

Employee engagement menjadi isu penting dalam organisasi karena penurunannya secara global dapat berdampak pada produktivitas dan kinerja organisasi. Selain itu, dominasi generasi milenial dan Generasi Z di sektor perbankan menuntut perhatian yang lebih besar terhadap keseimbangan kehidupan kerja, kepemimpinan yang memberdayakan, dan budaya kerja yang positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya kerja terhadap employee engagement dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi pada pegawai Bank BTN Kantor Cabang Bintaro Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 55 pegawai yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 101 pegawai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–6 dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement. Ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, dengan gaya kepemimpinan transformasional sebagai prediktor terkuat. Namun, job satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap employee engagement serta tidak memediasi hubungan antarvariabel. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan employee engagement lebih efektif dilakukan melalui penguatan langsung faktor-faktor kontekstual organisasi dan mendukung penerapan Social Exchange Theory pada perbankan BUMN di Indonesia.