Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work-Life Balance, Gaya Kepemimpinan Transformasional, dan Budaya Kerja Terhadap Employee Engagement dengan Job Satisfaction sebagai Variabel Mediasi Lintang Eka Larastiti; R. Bambang Budhijana; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 1 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/929kma36

Abstract

Employee engagement menjadi isu penting dalam organisasi karena penurunannya secara global dapat berdampak pada produktivitas dan kinerja organisasi. Selain itu, dominasi generasi milenial dan Generasi Z di sektor perbankan menuntut perhatian yang lebih besar terhadap keseimbangan kehidupan kerja, kepemimpinan yang memberdayakan, dan budaya kerja yang positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya kerja terhadap employee engagement dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi pada pegawai Bank BTN Kantor Cabang Bintaro Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 55 pegawai yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 101 pegawai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–6 dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement. Ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, dengan gaya kepemimpinan transformasional sebagai prediktor terkuat. Namun, job satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap employee engagement serta tidak memediasi hubungan antarvariabel. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan employee engagement lebih efektif dilakukan melalui penguatan langsung faktor-faktor kontekstual organisasi dan mendukung penerapan Social Exchange Theory pada perbankan BUMN di Indonesia.