Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Leadership Style dan Lingkungan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Melalui Job Satisfaction Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan PT Arisamandiri Pratama Demak Audina Refalia Andriana; Farah Chalida Hanoum; Noni Setyorini
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leadership style dan lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi melalui job satisfaction sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Arisamandiri Pratama Demak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi tingkat turnover karyawan yang mengindikasikan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan komitmen organisasi karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT Arisamandiri Pratama Demak, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leadership style berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi (koefisien = 0,296; p-value = 0,004), lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi (koefisien = 0,261; p-value = 0,011), leadership style berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction (koefisien = 0,569; p-value = 0,000), dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction (koefisien = 0,335; p-value = 0,000). Selain itu, job satisfaction mampu memediasi pengaruh leadership style terhadap komitmen organisasi (koefisien tidak langsung = 0,112; p-value = 0,012) serta memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi (koefisien tidak langsung = 0,193; p-value = 0,002). Kedua hubungan mediasi tersebut termasuk dalam kategori complementary partial mediation. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas leadership style dan lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan job satisfaction dan pada akhirnya memperkuat komitmen organisasi karyawan PT Arisamandiri Pratama Demak.
Pengaruh Work-Life Balance, Disiplin Kerja, Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Studi pada Pegawai Bappeda Provinsi Jawa Tengah Yunita Risqiana Putri; Bayu Kurniawan; Farah Chalida Hanoum
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.332

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian target organisasi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance, disiplin kerja, dan beban kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Seluruh 143 pegawai aparatur sipil negara dijadikan responden melalui teknik sampling total (sensus). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan AMOS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif terhadap kinerja (Estimate=0,283, p=0,008), disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,240, p=0,013), beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,125, p=0,008), dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja (0,726, p=0,006). Work-life balance (−0,033, p=0,574), dan disiplin kerja (0,126, p=0,056) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, beban kerja (0,132, p=0,003) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh work-life balance terhadap kinerja, tetapi memediasi pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja. Temuan menegaskan pentingnya pengelolaan kedisiplinan, beban kerja yang proporsional, dan pengalaman kerja yang memuaskan untuk mendukung kinerja ASN.
Pengaruh Lingkungan dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi sebagai Mediasi Ann Zakia; Farah Chalida Hanoum; Shofif Sabaruddin Akbar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada Resto Simpang Raya Rest Area KM 379. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh terhadap 53 karyawan tetap. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, studi lapangan, wawancara, observasi, dan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan koefisien 0,584, T-statistic 4,477, dan P-value 0,000. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien 0,622, T-statistic 5,138, dan P-value 0,000. Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, dan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja juga tidak memediasi pengaruh kepuasan kerja maupun lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pada operasional restoran yang berbasis prosedur, lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung yang lebih kuat terhadap kinerja dibandingkan motivasi kerja sebagai variabel mediasi.