Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Adaptasi Teknologi Dan Otonomi Pekerjaan Terhadap Job Crafting Pegawai Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mamuju Angela Brigita Malli; Agus Halim; Kurnia Kurnia; Nur Asia; Rezki Novianti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh adaptasi teknologi dan otonomi pekerjaan terhadap job crafting pegawai pada Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian sebanyak 44 pegawai yang terdiri atas 39 PNS dan 5 PPPK, dengan penentuan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi teknologi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap job crafting (t hitung 5,182 > t tabel 2,020; sig. 0,000 < 0,05) dan otonomi pekerjaan juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap job crafting (t hitung 2,761 > t tabel 2,020; sig. 0,009 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap job crafting (F hitung 17,362 > F tabel 3,226; sig. 0,000 < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 0,459, yang berarti adaptasi teknologi dan otonomi pekerjaan mampu menjelaskan 45,9% variasi job crafting pegawai, sedangkan 54,1% sisanya dijelaskan faktor lain di luar model penelitian. Adaptasi teknologi menjadi determinan yang lebih dominan.