Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor penting pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat memerlukan penanganan serius melalui intervensi gizi spesifik. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-12 bulan di wilayah Praktik Mandiri Bidan (PMB) Bidan R Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6-12 bulan di wilayah PMB Bidan R sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 63 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi/panjang badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (lpha = 0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas ibu memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 46 responden (73,0%), dan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang baik/tidak stunting yaitu sebanyak 47 balita (74,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok ASI eksklusif, sebagian besar balita tumbuh baik (87,0%) dan hanya 13,0% yang stunting. Sebaliknya, pada kelompok tidak ASI eksklusif, mayoritas balita mengalami stunting (59,0%). Uji statistik Chi-Square menghasilkan nilai pvalue < 0,001 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah PMB Bidan R Kabupaten Sukabumi. Diharapkan fasilitas kesehatan dan tenaga bidan terus meningkatkan edukasi serta pendampingan pemberian ASI eksklusif guna menekan angka kejadian stunting.