Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI RSIA P CIPONDOH KOTA TANGERANG TAHUN 2024 Widi Sagita; Septiana Dian Widya Wati
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 4 No 1 (2025): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58467/ijms.v4i1.215

Abstract

Abstract Background: Perineal rupture occurs in almost all first deliveries and not infrequently in subsequent deliveries. Perineal rupture is influenced by several factors, namely parity, education, occupation and newborn weight. Research objective: to determine the factors associated with the incidence of perineal rupture in mothers giving birth at RSIA P Cipondoh, Tangerang City in 2024. Research method: quantitative analytic with a cross-sectional design. The sample in the study of mothers giving birth who experienced perineal rupture at RSIA P Cipondoh, Tangerang City in January-June 2025 was 103 people with a total sampling technique. The data used is secondary data, then analyzed using the chi-square test. Research Results: The results obtained in the study are variables related to the incidence of perineal rupture, namely parity with a P Value (0.000) and OR 6.288 (2.416-16.353), education with a P Value (0.001) and OR 5.527 (2.128-14.353), occupation with a P Value (0.000) and OR 8.182 (2.603-25.717), and finally the variable of newborn weight with a P Value (0.000) and OR 10,000 (3.875-25.810). Conclusion: In this study, all variables studied, namely parity, education, occupation, and newborn weight, are related to the incidence of perineal rupture in mothers giving birth. Suggestion: Midwives are expected to minimize the occurrence of perineal rupture in mothers giving birth by establishing cooperation from pregnancy to the delivery process. Keywords: Perineal Rupture, Maternity Mother
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Pmb Bidan R Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 Erma Herdyana; Betristasia Puspitasari; Zakia Hary Nisa; Widi Sagita; Fitri Handayani; Alda Agriyanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.559

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu faktor penting pencegahan stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat memerlukan penanganan serius melalui intervensi gizi spesifik. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 6-12 bulan di wilayah Praktik Mandiri Bidan (PMB) Bidan R Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6-12 bulan di wilayah PMB Bidan R sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 63 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi/panjang badan balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (lpha = 0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas ibu memberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 46 responden (73,0%), dan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang baik/tidak stunting yaitu sebanyak 47 balita (74,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok ASI eksklusif, sebagian besar balita tumbuh baik (87,0%) dan hanya 13,0% yang stunting. Sebaliknya, pada kelompok tidak ASI eksklusif, mayoritas balita mengalami stunting (59,0%). Uji statistik Chi-Square menghasilkan nilai pvalue < 0,001 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di wilayah PMB Bidan R Kabupaten Sukabumi. Diharapkan fasilitas kesehatan dan tenaga bidan terus meningkatkan edukasi serta pendampingan pemberian ASI eksklusif guna menekan angka kejadian stunting.