p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Rika Zahra
Universitas Islam Jakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Peran Keluarga Terhadap Pencegahan Kenakalan Remaja Rika Zahra; Firdaus Suhaimy; Maria Ulfah; Afriani Khairunnisa Sya’roni; Chania Julianza Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19708

Abstract

Kenakalan remaja menjadi permasalahan yang semakin kompleks akibat pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan media digital. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mencegah perilaku menyimpang pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peran keluarga terhadap pencegahan kenakalan remaja pada peserta didik SMK Karya Guna Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 356 peserta didik, sedangkan sampel sebanyak 78 responden ditentukan menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji reliabilitas, korelasi Product Moment Pearson, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,475 dengan nilai signifikansi 0,000 serta koefisien determinasi sebesar 0,227. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kenakalan remaja, sehingga penguatan komunikasi, pengawasan, keteladanan, serta penanaman nilai moral dan agama dalam keluarga perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pembentukan perilaku remaja yang positif.
Pengaruh Manajemen Sekolah Terhadap Budaya Belajar Afriani Khairunnisa Sya'roni; Firdaus Suhaimy; Maria Ulfah; Rika Zahra; Chania Julianza Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19757

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi budaya belajar di sekolah masih belum optimal, dan mempengaruhi kedisiplinan bagi peserta didik. Sehingga, dibutuhkan manajemen sekolah yang baik agar bisa meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat belajar, dan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara sekolah mengelola kegiatan belajarnya mempengaruhi cara siswa belajar di SMA Negeri 72 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan sampel yang digunakan berjumlah 83 peserta yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan dengan mengisi kuesioner, observasi, wawancara, serta dokumentasi yang diperlukan. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa koefisien korelasi Product Moment antara variabel Manajemen Sekolah (X) dan Budaya Belajar (Y) memiliki nilai 0,495. Nilai tersebut lebih tinggi dari nilai r tabel pada tingkat signifikansi 5%, sehingga menunjukkan adanya hubungan positif antara manajemen sekolah dan budaya belajar siswa. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, ditemukan nilai sebesar 24,5. Ini menunjukkan bahwa peran pihak sekolah dalam membentuk budaya belajar siswa mencapai 24,5%. Sementara itu, 75,5% pengaruhnya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa diterima. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa cara sekolah mengelola dirinya mempengaruhi cara siswa belajar di SMA Negeri 72 Jakarta secara positif.
Pengaruh Program Pembiasaan Pagi terhadap Kedisiplinan Peserta Didik : Studi Survei di MTs Negeri 30 Jakarta Syakira Warda Adiva; Kunaenih Kunaenih; Firdaus Firdaus; Wardah Auliya Putri Azzahra; Rika Zahra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19829

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kedisiplinan peserta didik yang masih perlu ditertibkan. Berdasarkan hasil observasi di sekolah, masih terdapat peserta didik yang datang terlambat, kurang tertib dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, serta belum optimal dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah menerapkan program pembiasaan pagi yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya pembentukan karakter disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pembiasaan pagi terhadap kedisiplinan peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitis korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuisioner), wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitan ini adalah seluruh peserta didik kelas VII dan kelas VIII MTs Negeri 30 Jakarta yang berjumlah 396 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 80 peserta didik yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji korelasi Product Moment diperoleh nilai r hitung = 0,728, sedangkan r tabel pada taraf signifikansi 5% = 0,220 dan pada taraf signifikansi 1% = 0,286. Hal ini menunjukkan bahwa r hitung > r tabel (0,728 > 0,220 dan 0,286), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara program pembiasaan pagi terhadap kedisiplinan peserta didik. Tingkat hubungan tersebut termasuk dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil tersebut Hipotesis alternatif (Hₐ) diterima dan Hipotesis nihil (H₀) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program pembiasaan pagi memiliki pengaruh positif dan kuat terhadap kedisiplinan peserta didik. Oleh karena itu, disarankan agar pihak sekolah terus mengoptimalkan program tersebut, guru meningkatkan pembinaan dan pengawasan, serta peserta didik mampu membangun kesadaran diri dalam menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Pembentukan Sikap Peserta Didik : Survei di SMK Negeri 40 Jakarta Chania Julianza Putri Salsabillah; Firdaus Suhaimy; Maria Ulfah; Afriani Khairunnisa Sya'roni; Rika Zahra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20924

Abstract

Perkembangan media sosial telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan peserta didik, termasuk dalam proses pembentukan sikap di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan sikap peserta didik, mengukur besarnya pengaruh tersebut, serta mengidentifikasi strategi pembentukan sikap melalui pendekatan penggunaan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik korelasional. Populasi penelitian berjumlah 215 peserta didik kelas X SMK Negeri 40 Jakarta dengan sampel sebanyak 69 responden yang ditentukan menggunakan teknik Simple Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner skala Likert. Data dianalisis menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,486 dengan koefisien determinasi sebesar 0,236, yang berarti penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 23,6% terhadap pembentukan sikap peserta didik dan memiliki hubungan positif dengan kategori sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh terhadap pembentukan sikap peserta didik sehingga diperlukan penguatan literasi digital, pengawasan, serta pemanfaatan media sosial secara bijaksana untuk mendukung pembentukan sikap yang positif.