Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS WINDUAJI KABUPATEN BREBES TAHUN 2017 Maulana, Luthfi Hidayat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.859 KB)

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Winduaji kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan metode survey analitik dengan Cross Sectional yaitu menguji variabel Independen (pengetahuan, sikap dan tindakan) dan variabel dependen (kelengkapan diare). Sampel penelitian yang diambil secara random sampling dengan besar sampel 65 balita. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian diare, diperkuat oleh hasil analisis statistik dengan menggunakan uji X2 diperoleh nilai p value = 0,000 < ? (0,05). (2) Ada hubungan yang bermakna antara kejadian diare dengan sikap diperkuat oleh hasil analisis statistik dengan menggunakan uji X2 diperoleh nilai p value = 0,000 < ? (0,05). (3) Ada hubungan yang bermakna antara kejadian diare dengan tindakan. diperkuat oleh hasil analisis statistik dengan menggunakan uji X2 diperoleh nilai p value = 0,000 < ? (0,05).Kata Kunci: pengetahuan, sikap dan tindakan dengan kejadian diare
KAJIAN SENYAWA FENOLIK PADA TANAMAN PISANG (MUSA SP.) DAN INTERAKSINYA TERHADAP COX-2: IN SILICO Rahman, Aulia; Mulyanto, Baedi; Salsabila, Assyifa Hanum; Prayogi, Syaiful; Maulana, Luthfi Hidayat
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.6195

Abstract

Siklooksigenase-2 (COX-2) merupakan enzim yang berperan dalam mekanisme terjadinya inflamasi. Obat inflamasi dengan target COX-2 kebanyakan kurang selektif sehingga sering menimbulkan efek samping. Perlu dilakukan upaya penemuan senyawa baru yang selektif terhadap COX-2 terutama dengan eksplorasi tanaman. Tanaman pisang (Musa sp.) dilaporkan banyak mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstituen fenolik dari tanaman pisang yang memiliki aktivitas penghambat selektif COX-2 secara in silico. Kristal protein enzim COX-2 (PDBID: 4PH9) digunakan sebagai target docking dan COX-1 (PDBID: 1EQG) digunakan sebagai pembanding selektivitas. Tahapan dalam penelitian meliputi pemodelan senyawa, preparasi protein target, validasi metode, dan visualisasi hasil. Senyawa kaempferol 3-O-rhamnoside-7-O-glucoside (1) menunjukan selektivitasnya terhadap enzim COX-2 dibuktikan dengan energi pengikatan terkecil terhadap COX-2 (-149,87 kkal/moL) dan memiliki energi pengikatan terbesar terhadap COX-1 (-115,89 kkal/moL).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Syzygium polyanthum DAN Terminalia catappa L. SECARA IN VITRO DAN IN SILICO Maulana, Luthfi Hidayat; Prastyono, Rizki Noor; Prayogi, Syaiful; Murniningsih, Erni; Alfarikhi, M. Zidan
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5163

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) is a radical which is a by-product of metabolic processes. An imbalance between the number of free radicals and the amount of endogenous antioxidants can cause oxidative stress and cause problems for body cells that can cause various metabolic diseases or other degenerative diseases. Exogenous antioxidants can be chemical compounds resulting from synthesis or materials derived from nature that can inhibit the oxidation process. Phenol group compounds can be used as antioxidants. Salam plants (Syzygium polyanthum) and ketapang (Terminalia catappa L.) are rich in phenols. In vitro antioxidant testing using other methods such as DPPH (2,2-Diphenyl-1-Pikrylhidrazyl), in silico, molecular docking was carried out by targeting the heme oxygenase-1 (HO-1) protein to test antioxidant activity with analysis showing binding and strengthening evidence of impending chemical interactions. Based on in vitro testing, ketapang leaf extract has better antioxidant activity compared to bay leaf extract, with an IC50 value of 6.631 and the in silico results of the constituent compounds of ketapang leaves have the best docking value, namely compound 14 with a value of -88.18. Both of these test results reinforce each other
POTENSI SENYAWA ANTI INFLAMASI DARI DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA ENZIM COX-2 SECARA IN SILICO Prayogi, Syaiful; Kartono, Teguh Hary; Maulana, Luthfi Hidayat; Saldi, Miftahul; Amelia, Yulita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1548

Abstract

Inflammation is still a major cause of death in the world, especially in tropical regions (including Indonesia). The use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) has many side effects and is even toxic. Efforts to find drugs with low toxic effects require long stages and high costs. This effort can be accelerated with a computational approach in the early stages of drug development through the CADD technique by minimizing the risk of failure in later stages. The protein that plays a role in delaying inflammation is the cyclooxygenase (COX) enzyme. Inhibition of COX-2 has much lower side effects than inhibition of COX-1. COX-2 is induced by inflammatory stimuli expressed in synovial cells, leukocytes, fibroblasts, and macrophages, therefore becoming one of the target proteins in inflammation. Natural compounds of the phenolic, flavonoid, and alkaloid groups have been reported to have potential as anti-inflammatories. Soursop leaves are known to be rich in flavonoids. The empirical efficacy of soursop leaves (Annona muricata L.) has been known by the Indonesian people in the treatment of rheumatism or rheumatoid arthritis, anti-inflammatory, antipyretic, and analgesic. This study was conducted in silico with a molecular docking approach using iGemDock v2.1 software. The binding between ligand-target (COX enzyme) was evaluated using Discovery Studio Visualizer. The results showed that all test compounds inhibited COX-2, the isohamnetin 3 robinobioside compound has the potential to be a selective inhibitor of COX-2 when compared to other test compounds and with a reference drug (ibuprofen).
Formulasi Granul Effervescent Kombinasi Simplisia Seledri (Apium graveolens L.) dan Teh Hijau (Camellia sinensis) untuk Pengembangan Produk Nutrasetikal Serahli, Ubun Fadli; Prayogi, Syaiful; Mulyanto, Baedi; Maulana, Luthfi Hidayat; Maulin, Ilva; Afriani, Fenti Ida
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9817

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab utama penurunan kualitas hidup manusia. Upaya pencegahan dan penanganannya dapat didukung melalui konsumsi produk nutrasetikal berbasis bahan alam yang memiliki aktivitas biologis. Seledri (Apium graveolens L.) dan teh hijau (Camellia sinensis) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolat, dan antioksidan yang berpotensi sebagai agen nutrasetikal. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena kurangnya bentuk sediaan yang praktis dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengoptimasi sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak seledri dan teh hijau dengan variasi bahan asam-basa (asam sitrat, asam tartarat, dan natrium bikarbonat) menggunakan pendekatan Simplex Lattice Design (SLD) berbantuan Design Expert Software. Parameter yang diamati meliputi waktu larut, pH larutan, sifat alir granul, serta respon organoleptik. Hasil analisis diharapkan menghasilkan formula optimum yang memenuhi kriteria fisik dan stabilitas yang baik serta memiliki potensi sebagai produk nutrasetikal. Penelitian ini mendukung pengembangan teknologi sediaan berbasis bahan alam dan kemandirian bahan baku obat di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produksi massal dan komersialisasi produk granul effervescent kombinasi seledri dan teh hijau sebagai minuman nutrasetikal fungsional.