Yogi Juanda
Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Penanggulangan Kemacetan Lalu Lintas Guna Kelancaran Pariwisata Di Daerah Danau Lut Tawar Yogi Juanda; Burhanuddin Burhanuddin; Nanda Savira Ersa; M Fauzan; Muthmainnah Muthmainnah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29125

Abstract

Ruas Jalan Takengon-Bintang di kawasan wisata Danau Lut Tawar mengalami penurunan kinerja signifikan pasca longsor akibat penyempitan geometrik menjadi jalur sementara (detour) lebar efektif ±5 m (2/2 TT) serta tingginya hambatan samping dari aktivitas wisata dan lalu lintas lokal. Penelitian ini menganalisis karakteristik dan kinerja ruas jalan tersebut menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 melalui survei volume, kecepatan, hambatan samping, dan geometrik selama tujuh hari. Hasil menunjukkan kapasitas turun tajam menjadi 1.102,25 skr/jam (FCLJ = 0,56; FCHS = 0,82), volume puncak mencapai 523,1 smp/jam pada Minggu sore, menghasilkan derajat kejenuhan (DJ) 0,45 (LOS C secara teknis). Namun, penerapan sistem buka-tutup dan traffic mixing antara arus wisatawan dan penduduk lokal menyebabkan kecepatan kendaraan berat turun hingga 11–15 km/jam serta antrian panjang, sehingga kinerja riil setara LOS D. Temuan ini menegaskan bahwa longsor tidak hanya mereduksi kapasitas geometrik, tetapi juga memperburuk hambatan samping di koridor wisata, sehingga menghasilkan degradasi kinerja yang lebih parah daripada nilai DJ numerik semata. Kontribusi akademik penelitian terletak pada penyediaan bukti empiris hubungan antara bencana alam, karakteristik wisata, dan kinerja jalan di wilayah non-perkotaan, sekaligus memperkuat penerapan PKJI 2014 pada kondisi pascabencana sebagai dasar rekomendasi penanganan dan rekayasa lalu lintas yang lebih kontekstual.