Keterbatasan akses geografis, kondisi jalan yang sulit dilalui, jaringan internet yang terbatas, serta ketidakstabilan kehadiran guru menjadi tantangan dalam keberlangsungan pembelajaran di SDN Dirung Penyang 1. Kondisi tersebut berdampak pada keteraturan proses belajar dan menghadirkan kebutuhan akan pendampingan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah dan kemampuan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan literasi siswa melalui pembelajaran adaptif yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mitra kegiatan adalah siswa SDN Dirung Penyang 1. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pengamatan kondisi pembelajaran, identifikasi kebutuhan literasi siswa, perencanaan kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, pendampingan literasi, serta pengamatan terhadap respons dan keterlibatan siswa selama kegiatan. Penguatan literasi dilaksanakan melalui membaca cerita bergambar, membaca nyaring, pengenalan kosakata, tanya jawab berdasarkan bacaan, menceritakan kembali isi cerita, menulis kalimat sederhana, permainan edukatif, dan pendampingan individual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang adaptif dapat memanfaatkan waktu belajar yang tersedia sekaligus mengakomodasi perbedaan kemampuan literasi siswa. Siswa menunjukkan respons positif melalui keterlibatan dalam membaca, menjawab pertanyaan, berdiskusi, mengikuti permainan edukatif, dan menceritakan kembali isi bacaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan literasi yang fleksibel dan sesuai dengan kondisi mitra dapat menjadi alternatif untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran dan penguatan literasi siswa pada lingkungan sekolah dengan keterbatasan akses.