Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Pembangkit Listrik Panas Bumi terhadap Variasi Temperatur Lingkungan Menggunakan Aspen Plus Hendrik V Sihombing
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2026): Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v7i2.2380

Abstract

Peningkatan kinerja sistem pembangkit listrik panas bumi terus dikembangkan hingg saat ini, untuk mendapatkan efisiensi konversi energi yang optimal. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja sistem adalah temperatur lingkungan, terutama dikarenakan berpengaruh secara langsung terhadap proses kondensasi dan keseimbangan termodinamika siklus Organic Rankine Cycle/ORC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur lingkungan terhadap kinerja pembangkit listrik panas bumi berbasis siklus Rankine organik (Organic Rankine Cycle/ORC). Analisis dilakukan menggunakan simulasi numerik dengan perangkat lunak Aspen Plus dan model persamaan keadaan Peng–Robinson. Temperatur lingkungan divariasikan antara lain 27°C, 30°C, 33°C, 35°C, dan 40°C. Parameter yang dianalisis meliputi tekanan evaporasi, tekanan kondensasi, laju aliran massa fluida kerja, serta daya keluaran system siklus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan temperatur lingkungan menyebabkan kenaikan tekanan kondensasi yang berdampak pada daya bersih sistem. Sehingga, temperatur lingkungan merupakan parameter penting yang harus dipertimbangkan dalam optimasi dan perancangan sistem Organic Rankine Cycle/ORC pembangkit listrik panas bumi.
Studi Pengaruh Intensitas Radiasi Matahari Terhadap Kinerja Pompa Air Sentrifugal Tenaga Surya Hendrik V Sihombing; Himsar Ambarita; Wilson Sabastian Nababan; Siwan Ediamanta Peranginangin
SPROCKET JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING Vol 8 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas HKBP Nommensen, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sprocket.v8i1.2606

Abstract

Peningkatan kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan penduduk menjadi tantangan utama, khususnya di daerah terpencil yang belum memiliki akses terhadap energi listrik. Pemanfaatan pompa air berbahan bakar fosil masih umum digunakan, namun berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, salah satunya adalah energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas radiasi matahari terhadap kinerja pompa air sentrifugal yang digerakkan secara langsung oleh panel fotovoltaik tanpa menggunakan sistem penyimpanan energi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pengambilan data selama 10 jam (08.00–18.00 WIB) pada interval 10 menit. Parameter yang diukur meliputi intensitas radiasi matahari, daya listrik yang dihasilkan, serta debit air yang dipompa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari memiliki hubungan berbanding lurus dengan daya keluaran panel surya dan kapasitas air yang dipompa. Intensitas radiasi maksimum tercatat sebesar 548 W/m², dengan daya minimum operasi pompa sekitar 231 watt. Sistem mampu menghasilkan total air sebesar 2430,8 liter per hari pada head 12 meter dengan rata-rata intensitas radiasi 250 W/m².Berdasarkan hasil tersebut, sistem pompa air tenaga surya langsung memiliki potensi yang baik sebagai solusi penyediaan air bersih yang ramah lingkungan, khususnya di daerah yang tidak memiliki akses listrik konvensional.