Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlibatan orang tua, tingkat minat seni tari anak usia dini, serta menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dan minat seni tari anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto. Responden penelitian berjumlah 32 orang tua yang memiliki anak usia 4-7 tahun yang mengikuti kegiatan seni tari di enam sanggar seni tari di Kabupaten Purwakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner keterlibatan orang tua yang terdiri atas 20 pernyataan dan instrumen minat seni tari yang terdiri atas 15 pernyataan yang dinilai oleh pelatih sanggar berdasarkan pengamatan terhadap perilaku anak. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan data responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua berada pada kategori tinggi pada 50,0% responden, sedangkan minat seni tari anak relatif seimbang pada kategori rendah (34,4%), sedang (34,4%) dan tinggi (31,3%). Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi B = 0,119 (t = 1,981; p = 0,057; standardized Beta = 0,340) dengan interval kepercayaan 95% [-0,004,0,242]. Meskipun menunjukkan arah hubungan positif, hubungan tersebut belum sginifikan secara statistik pada taraf signifikansi 5%. Nilai R² sebesar 0,116 (Adjusted R² = 0,086) menujukkan bahwa keterlibatan orang tua menjelaskan 11,6% variasi skor minat seni tari anak dalam model penelitian. Mengingat ukuran sampel terbatas (n = 32), hasil ini mengindikasikan bahwa penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara keterlibatan orang tua dengan minat seni tari anak usia dini pada taraf signifikansi 5%.