Keterampilan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi, menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan kepada orang lain. Dalam praktik pembelajaran, masih ditemukan anak yang kurang aktif berkomunikasi sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat secara langsung dalam interaksi sosial. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah metode bermain peran karena memungkinkan anak berkomunikasi melalui situasi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bermain peran dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak usia dini serta memberikan gambaran mengenai penerapannya sebagai alternatif pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan komunikasi sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan berdasarkan indikator keterampilan komunikasi anak. Data selanjutnya dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan keterampilan komunikasi sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh anak mengalami peningkatan keterampilan komunikasi setelah penerapan metode bermain peran, yang ditunjukkan oleh 15 positive ranks, tanpa adanya negative ranks maupun ties. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z = -3,413 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan komunikasi anak sebelum dan setelah penerapan metode bermain peran. Temuan ini menunjukkan bahwa bermain peran dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi melalui pengalaman sosial yang bermakna. Secara praktis, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan alternatif bagi pendidik PAUD untuk mengembangkan keterampilan komunikasi anak melalui kegiatan yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.