Zaenal
Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kestabilan Lereng Tambang Andesit Menggunakan Metode Finite Element Method dengan Pendekatan Strength Reduction Factor di PT Lotus SG Lestari Moch Ryan Aryandi; Yuliadi; Zaenal
Bandung Conference Series: Mining Engineering 97 - 104
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24472

Abstract

Abstract. Mining activities continuously modify slope geometry, potentially reducing slope stability and increasing the risk of failure. This study aims to analyze the stability of andesite quarry slopes at PT Lotus SG Lestari using the Finite Element Method (FEM) with the Strength Reduction Factor (SRF) approach under static and seismic loading conditions. Primary data consisted of slope geometry measurements, discontinuity mapping using the scanline method, and laboratory testing of rock physical and mechanical properties. Rock mass parameters were determined using RocLab, while seismic loading was represented by a Peak Ground Acceleration (PGA) of 0.4581 g. The results indicate that the rock mass is classified as Good Rock (Class II) with Rock Mass Rating (RMR) values of 81 for SC1 and 82 for SC2. The existing slope geometry produced SRF values of 0.86 (static) and 0.51 (dynamic) for SC1, and 3.16 (static) and 1.02 (dynamic) for SC2, indicating that seismic loading significantly decreases slope stability. The recommended slope geometry consists of a 14 m single slope with a slope angle of 75° for SC1 and 80° for SC2, resulting in SRF values that satisfy the acceptance criteria of the Indonesian Ministry of Energy and Mineral Resources Decree No. 1827 K/30/MEM/2018. Therefore, the proposed geometry is considered safe for implementation at the study area.   Abstrak. Kegiatan penambangan menyebabkan perubahan geometri lereng yang berpotensi menurunkan kestabilan lereng dan meningkatkan risiko longsor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan lereng tambang andesit di PT Lotus SG Lestari menggunakan metode Finite Element Method (FEM) dengan pendekatan Strength Reduction Factor (SRF) pada kondisi statis dan dinamis akibat pengaruh gempa. Data yang digunakan meliputi pengukuran geometri lereng, pemetaan bidang diskontinu dengan metode scanline, serta hasil pengujian sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium. Parameter massa batuan diperoleh menggunakan RocLab, sedangkan pembebanan dinamis dimodelkan berdasarkan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebesar 0,4581 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa massa batuan termasuk dalam kategori Good Rock (Kelas II) dengan nilai Rock Mass Rating (RMR) sebesar 81 pada SC1 dan 82 pada SC2. Geometri lereng aktual menghasilkan nilai SRF sebesar 0,86 (statis) dan 0,51 (dinamis) pada SC1, serta 3,16 (statis) dan 1,02 (dinamis) pada SC2, yang menunjukkan bahwa pembebanan gempa menurunkan kestabilan lereng. Rekomendasi geometri berupa lereng tunggal setinggi 14 m dengan kemiringan 75° pada SC1 dan 80° pada SC2 menghasilkan nilai SRF yang memenuhi kriteria penerimaan berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan pada lokasi penelitian.
Evaluasi Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Dampak Negatif Getaran Tanah di Pt Antareja Mahada Makmur Jobsite Pt Multi Harapan Utama Ryan Andika; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Bandung Conference Series: Mining Engineering 133 - 140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.24796

Abstract

Abstract. Blasting activities are conducted to break rock or to separate mineral deposits from the host rock through chemical means using explosives. One of the negative impacts of blasting is ground vibration, which can influence slope stability. Therefore, this study aims to evaluate and analyze the effects of ground vibration on slope stability based on PPV (mm/s), PPA (g), and Amaks (g). This research employed two analytical methods: the non-linear power trendline method and Multiple Linear Regression. Both methods were used to predict vibration levels using distance and explosive charge per delay as variables. Ground vibration measurements were conducted at 31 points with varying distances. The analysis refers to the company's allowable vibration threshold, which is 0.06 g. Vibration analysis was carried out by examining the relationship between PPA and PPV with SD to determine the maximum explosive charge per delay that can be safely used. The results show that the vibration levels remain within safe limits, as the highest recorded PPA was 0.15 g, below the threshold of 0.06 g. The charge that can be used in each blasting with a distance of at least 300 m with an explosive content of more than 50 kg/delay will produce a value that exceeds the limit. Abstrak. Kegiatan peledakan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberaikan batuan atau memisahkan bahan galian dari batuan induknya dengan cara kimiawi menggunakan bahan peledak. Salah satu dampak negatif dari peledakan adalah getaran tanah.Getaran tanah akan mempengaruhi kestabilan. Oleh karena itu adanya penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh getaran tanah terhadap kestabilan lereng berdasarkan nilai PPA (mm/s),PPV (g), dan Amaks (g). Kajian analisis pada penelitian ini menggunakan metode analisis non linier (Tredline Power) dan metode Multipe Linier Regression. Pada kedua metode yang digunakan yaitu untuk mengetahui prediksi dari nilai getaran dengan parameter jarak dan bahan peledak per waktu tunda. Pengukuran tingkat getaran peledakan dilakukan sebanyak 31 titik dengan jarak yang bervariasi. Analisis dilakukan berdasarkan trial and eror dengan tingkat getaran maksimum adalah 0,06 g. Analisis getaran dilakukan berdasarkan pada hubungan (PPA) dan (PPV) terhadap SD untuk mendapatkan muatan bahan peledak maksimum per waktu tunda yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat getaran terdapat nilai yang melebihi getaran maksimum nilai PPA tertinggi sebesar 0,15 g dan nilai ambang batas PPA sebesar 0,06 g. Muatan yang dapat digunakan pada setiap peledakan dengan jarak paling dekat 300 m dengan isian bahan peledak lebih dari 50 kg/delay akan menghasilkan nilai yang melebihi batas.
Perencanaan Produksi Batubara untuk Mencapai Target Produksi tahun 2026 di Pt. Roda Tehnik R.Imam Musro; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering 159 -168
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v6i2.25247

Abstract

Abstract. Coal mining operations require precise production planning to meet the target set by the company in the 2026 Work Plan and Budget (RKAB): 230,000 tons. Production planning is crucial as it encompasses the formulation of mining sequences, pit design, and the planning of mechanical equipment requirements to ensure effective and efficient operations. This study aims to plan mining sequences, design the pit using the side-casting method, and determine the necessary excavation and loading equipment to achieve the production target at the PT Roda Tehnik pit in Tenggulang Village, South Sumatra. The data were processed to create the pit design, calculate volumes (256,664 tons of coal and 952,888 cubic meters of overburden), analyze equipment productivity, and formulate mining sequences using mining software; the results were then analyzed to evaluate the feasibility of meeting the 2026 production target.The study results indicate that the designed pit yields coal reserves of 256,437 tons, thereby exceeding the RKAB target of 230,000 tons. The calculated stripping ratio is 3.71. Productivity analysis determined the required equipment fleet to support the planned production: each fleet requires 3 excavators and 3 dump trucks. With a planned total of 2 to 3 fleets, the configuration entails 3 dump trucks per excavator within each fleet. Based on these results, it can be concluded that production planning using the side-casting method is feasible for implementation at the PT Roda Tehnik pit and is capable of effectively supporting the achievement of the 2026 production target..   Abstrak. Kegiatan penambangan batubara memerlukan perencanaan produksi yang tepat untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan perusahaan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 sebesar 230.000 ton. Perencanaan produksi menjadi aspek penting karena berkaitan dengan penyusunan tahapan penambangan, rancangan desain pit, serta perencanaan kebutuhan alat mekanis agar kegiatan penambangan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan merencanakan tahapan penambangan, menyusun desain pit dengan metode side casting, serta menentukan kebutuhan alat gali-muat untuk mendukung pencapaian target produksi di Pit PT Roda Tehnik, Desa Tenggulang, Sumatera Selatan. Seluruh data diolah melalui pembuatan desain pit, perhitungan volume batubara sebesar 256,664 dan overburden sebesar 952,888, analisis produktivitas alat, serta penyusunan sequence penambangan menggunakan perangkat lunak pertambangan, kemudian dianalisis untuk mengevaluasi ketercapaian target produksi tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pit yang dibuat mampu menghasilkan cadangan batubara sebesar 256.437 ton, sehingga telah melampaui target RKAB sebesar 230.000 ton. Nilai stripping ratio yang diperoleh adalah 3,71, sedangkan hasil analisis produktivitas menunjukkan kebutuhan fleet excavator yang mampu mendukung target produksi sesuai rencana penambangan kebutuhan alat yang diperlukan untuk mendukung kegiatan penambangan ini untuk beko itu sebanyak 3 unit dan untuk dump truk itu sebanyak 3 unit setiap fleet nya yang mana untuk banyak fleet nya itu sebanyak 2-3 fleet maka dari itu 1 beko itu memerlukan 3 unit dump truk pada setiap fleet nya.