Musdalipa Sri Febrianti
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Aktivitas Fraksi n-Heksan Dan Etil Asetat Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Musdalipa Sri Febrianti; Silviana Hasanuddin; Rismayanti Fauziah
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i4.226

Abstract

Candida albicans merupakan jenis jamur yang ditemukan pada beberapa bagian tubuh orang yang sehat, seperti dimulut, kerongkongan, usus, saluran genital, feses, dibawah kuku dan juga pada kulit. Salah satu tumbuhan alam yang berpotensi untuk pengobatan penyakit infeksi adalah ketepeng cina (Cassia alata L). Ketepeng cina mengandung alkaloid, saponin, tannin, steroid, antrakuinon, flavonoid dan karbohidrat. Senyawa-senyawa ini dapat berfungsi sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi n-heksan dan etil asetat daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) , dan konsentrasi optimum terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan meliputi ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan dan etil asetat, skrining fitokimia, pengujian antijamur Candida albicans dengan perlakuan konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan metode sumuran. Analisis data antijamur dilakukan dengan menggunakan analisis statistik Mann-Whitney yang bertujuan untuk menguji signifikan hipotesis antar dua sampel. Hasil penelitian menemukan bahwa ekstrak etanol didapatkan bobot 87 gram, hasil fraksinasi n-heksan didapatkan 8,3 g dan etil asetat 2,5 g. skrining fitokimia pada fraksi n-heksan dan etil asetat positif mengandung alkaloid, flavonoid,tannin dan steroid. Hasil uji aktivitas antijamur terhadap Candida albicans menunjukkan rata-rata zona hambat pada fraksi n-heksan dengan konsentrasi 0,5% (18,0 mm), konsentrasi 1% (19,5 mm) , dan konsentrasi 1,5% (19,0 mm) dikategorikan kuat. Pada fraksi etil asetat konsentrasi 0,5% (17,0 mm), konsentrasi 1% (22,0 mm),dan konsentrasi 1,5% ( 23,0 mm) dikategorikan sangat kuat. Dan kontrol positif nistatin memiliki rata-rata diameter zona hambat pada fraksi n-heksan (14,5 mm) dikategorikan kuat, dan fraksi etil asetat dengan rata-rata (13,7 mm) dikategorikan kuat. sedangkan pada DMSO tidak memiliki zona hambat terhadap jamur Candida albicans. Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa fraksi daun ketepeng (Cassia alata L.) dapat menghambat pertumbuhan jam ur Candida albicans.