Erika Qori' Cempaka Wulansari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PELANGGARAN MAKSIM RELEVANSI TUTURAN DALAM CUPLIKAN VIDEO TANYA JAWAB MAMA GHUFRON DI TIKTIOK: KAJIAN PRAGMATIK Erika Qori' Cempaka Wulansari; Novita Ayu Ratna Sari; Muhammad Naufal Abdy Saputra; Muhammad As'ad; Laila Tri Lestari
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2026): August 2026
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2026.7.2.21251

Abstract

Abstrak Komunikasi yang efektif memerlukan adanya kesesuaian antara tuturan penutur dan topik pembicaraan agar pesan dapat dipahami dengan baik oleh mitra tutur. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan tuturan yang tidak memiliki hubungan yang sesuai dengan topik yang dibahas sehingga menyebabkan terjadinya pelanggaran maksim relevansi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim relevansi pada tuturan dalam video tanya jawab Mama Ghufron di TikTok berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian berupa tuturan Mama Ghufron dalam video tanya jawab yang diunggah di TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan data tuturan yang mengandung pelanggaran maksim relevansi. Pelanggaran tersebut ditandai oleh jawaban yang tidak secara langsung menjawab pertanyaan, pengalihan topik pembicaraan, penggunaan penjelasan yang bersifat abstrak, serta respons yang berkembang ke pembahasan lain sehingga tujuan komunikasi tidak tercapai secara optimal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa maksim relevansi memiliki peran penting dalam menjaga efektivitas komunikasi pada interaksi digital di media sosial.