Aprilia, Bintang Efrata
Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Senyawa Bioaktif Rumput Laut dan Ampas Teh sebagai Antibakteri dalam Formula Masker Wajah Nurjanah Nurjanah; Bintang Efrata Aprilia; Andika Fransiskayana; Mutiara Rahmawati; Tati Nurhayati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.517 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v21i2.23086

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan penyakit kulit karena adanya sumbatan dalam pori-pori kulitwajah yang disebabkan oleh penumpukan minyak yang mengakibatkan adanya aktivitas bakteri sehinggaterjadi peradangan pada kulit. Perubahan kondisi wajah yang menjadi tidak normal mengakibatkan bakteripenyebab jerawat, Propionibacterium acnes menjadi invasif. Pemanfaatan senyawa bioaktif pada rumputlaut dan ampas teh menjadi solusi untuk menangani P. acnes karena memiliki sifat sebagai antibakteri.Tujuan penelitian adalah menentuka rasio bubur rumput laut Sargassum sp. dan E. cottonii serta ampas tehdengan karakteristik produk masker wajah yang terbaik. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan yaitu 1:1 ;1:2; dan 2:1 untuk Sargassum sp dan E. cottonii dan dilakukan sebanyak 2 ulangan. Analisis untuk menentukanrasio bubur rumput laut terbaik yaitu fitokimia, viskositas, pH, kadar air, total fenol, aktivitas antioksidandengan metode DPPH, dan uji antibakteri. rasio terbaik bubur rumput laut dengan perbandingan 2:1. Hasilyang diperoleh yaitu pH 6,70+0,18, kadar air 95,83+0,01%, viskositas 6523 cp. Senyawa bioaktif di dalambubur rumput laut ini meliputi alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Senyawa bioaktif di dalam bahantambahampas teh yaitu tanin, fenol, dan steroid. Aktivitas antioksidan yaitu 145,89+0,42 ppm dan dayahambat 9,62+0,04 mm,total fenol 50,43 mg GAE/g. Analisis karakteristik produk masker dari bahan bakurasio terbaik yaitu daya sebar, pH, dan antibakteri. Karakteristik produk masker wajah yang diperoleh yaitupH 7,09+0,16 dan daya sebar 5 cm serta diameter daya hambat yang dihasilkan yaitu 20,85+0,02 mm.Penerimaan konsumen terhadap produk melalui uji sensori berkisar antara netral sampai suka.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI PATI SUKUN (Artocarpus altilis) TERMODIFIKASI ENZIMATIS Aprilia, Bintang Efrata; Kurniawan, Dina Clarissa
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 6 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/5gb8mb95

Abstract

Sukun memiliki kandungan karbohidrat tinggi dengan komponen utama berupa pati. Pati alami diketahui memiliki keterbatasan sehingga perlu dimodifikasi untuk memperluas aplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pati sukun (Artocarpus altilis) termodifikasi hasil hidrolisis enzim α-amilase. Pati hasil ekstraksi dimodifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 55°C selama 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan buah sukun segar seberat 1,105 kg menghasilkan pati kering sebesar 92,197 gram dengan yield 8,34% (bb). Hidrolisis enzimatis dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi air (WAC) dari 68,14% menjadi 82,35% dan kapasitas adsorpsi minyak (OAC) dari 100,21% menjadi 125,47%. Nilai kelarutan (S) meningkat signifikan dari 1,78% menjadi 81,95%, sedangkan swelling power (SP) menurun dari 17,06 g/g menjadi 0,15 g/g. Analisis SEM menunjukkan perubahan morfologi granula dari bentuk halus dan utuh menjadi terdapat retakan dan cekungan sehingga meningkatkan luas permukaan spesifik dari granula pati. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hidrolisis enzimatis mampu memperbaiki sifat fungsional pati sukun, sehingga berpotensi diaplikasikan pada industri pangan yang memerlukan kapasitas penyerapan air dan minyak serta kelarutan yang tinggi.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI PATI BENGKUANG (Pachyrhizus erosus L.) TERMODIFIKASI ENZIMATIS DENGAN ALFA-AMILASE Dina Clarissa Kurniawan; Bintang Efrata Aprilia; Felicia Irawan; Nanda Nurul Izzah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/4csdrg96

Abstract

Pati merupakan karbohidrat utama pada tumbuhan yang digunakan di berbagai sektor industri, namun bentuk alaminya memiliki keterbatasan fungsional, sehingga modifikasi enzimatis menarik untuk dilakukan karena aman dan spesifik terhadap substrat. Penelitian ini berfokus pada modifikasi pati bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) yang kurang dimanfaatkan menggunakan enzim α-amilase untuk menilai sifat fungsional dan potensi aplikasinya. Modifikasi pati bengkuang dengan α-amilase menghasilkan peningkatan karakteristik pati, yaitu kapasitas adsorpsi air meningkat menjadi 72,48 ± 0,45%, kapasitas adsorpsi minyak meningkat menjadi 135,99 ± 4,73%, serta kelarutan yang lebih baik hingga mencapai 85,45% ± 0,22%. Namun, penurunan swelling power terjadi akibat modifikasi enzimatis yang menyebabkan perubahan pada integritas struktur pati. Perubahan morfologi granula pati juga terlihat dengan munculnya lekukan dan retakan serta perubahan ukuran granula yang lebih kecil. Hasil ini menunjukkan bahwa pati bengkuang termodifikasi memiliki potensi tinggi untuk digunakan sebagai penstabil atau bahan tambahan pangan dalam berbagai produk.