Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat karena prevalensinya yang terus meningkat serta berpotensi menimbulkan berbagaikomplikasi. Pengetahuan dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadappengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Sukarami Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah1.078 pasien hipertensi, dengan 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang hipertensi, GlobalPhysical Activity Questionnaire (GPAQ), dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data meliputianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–55 tahun sebanyak 31,6%,berjenis kelamin perempuan sebanyak 65,8%, berpendidikan SMA sebanyak 39,5%, dan bekerjasebagai ibu rumah tangga sebanyak 36,8%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuansedang, yaitu sebanyak 16 responden (42,1%), aktivitas fisik rendah sebanyak 18 responden (47,4%),serta tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 23 responden (60,5%). Hasil uji Chi-Squaremenunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p= 0,003), serta antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwatingkat pengetahuan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah padapasien hipertensi. Edukasi kesehatan secara berkelanjutan dan peningkatan aktivitas fisik secara rutindirekomendasikan sebagai upaya untuk mendukung pengendalian tekanan darah pada penderitahipertensi.