Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Character Building of Young Children in Digital Era through Media Literacy Education Endah Silawati; Mohd Nazri Bin Abdul Rahman
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.578

Abstract

In this digital era, children can access many diverse values and cultures through various media, which may have a negative impact. the information that is accessed by children will affect their perceptions, beliefs, and attitudes, which could be positive or negative [1]. As a result, having media literacy today is essential since it can immunize children through cognitive defences to guard against the damaging effects of media messages [2. For young children, media literacy education can help them to build positive character values in the digital age. Young children can have a greater awareness of many viewpoints and cultures, which promotes empathy and respect, by being taught how to critically analyse and evaluate media content [3]. Therefore, this study elaborates on how media literacy education is used as a strategy to promote positive character values of young children by kindergarten teachers. A qualitative approach was employed in this study by involving 37 kindergarten teachers around West Java Province, Indonesia. Data collection was done through questionnaires and interview methods to portray teachers’ perspective and teaching strategies in Media Literacy Education. Moreover, the validity of the data was carried out by means of triangulation. The data analysis technique was done through data reduction, data presentation, and conclusions or verification. The results showed that all of the teachers agreed that media literacy education is important for the character building of young children and to be integrated into curriculum. Furthermore, some teachers have implemented media literacy education in teaching activities in their own ways. However, there are still needs some improvement regarding teachers’ skills, learning media and digital facilities, support from policy makers and parents. Nevertheless, this study can be an initial overview for later research to investigate the further aspects of building young children's positive values in the digital world.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU ABK DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI KUALA LUMPUR MELALUI KOLABORASI INTERNASIONAL Ghozali Rusyid Affandi; Fika Megawati; Zaki Nur Fahmawati; Mohd Nazri Bin Abdul Rahman
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): DedikasiMU Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i1.11402

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru dan motivasi belajar siswa marginal melalui program International Community Service di Kuala Lumpur, Malaysia. Metode yang digunakan dalam kegiatan meliputi beberapa tahapan. Pertama, dilakukan diskusi dan penyusunan rencana kegiatan bersama mitra dari Universiti Malaya untuk memastikan kesesuaian kegiatan dengan kebutuhan Sekolah Wisma Harapan dan Sekolah Jalinan Kasih. Kedua, menyiapkan materi pelatihan psikoedukasi dan alat peraga motivasi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan sasaran. Ketiga, melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Keempat, menyusun laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi hasil pelaksanaan kegiatan. Data yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif mencakup gambaran tingkat efikasi diri guru dan skala motivasi siswa. Data kualitatif meliputi hasil observasi partisipatif selama sesi play therapy dan diskusi terpumpun. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman guru mengenai strategi penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta peningkatan semangat belajar anak jalanan. Guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam manajemen kelas inklusif, sementara siswa anak jalanan menunjukkan visualisasi cita-cita yang lebih positif. Penguatan ekosistem pendidikan bagi kelompok marginal ini dipandang memerlukan dukungan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara.