Latar belakang penelitian ini adalah tingginya konsumsi energi listrik pada operasional bandar udara yang berpotensi menghasilkan emisi karbon, sehingga diperlukan efisiensi energi dan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsumsi energi dan baseline emisi karbon, mengevaluasi kontribusi PLTS eksisting, menganalisis potensi pengembangan PLTS menggunakan PVsyst, serta menyusun strategi pengurangan emisi melalui efisiensi energi, penggantian lampu non-LED menjadi LED, dan pengembangan PLTS.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-analitis menggunakan data konsumsi energi, produksi PLTS, data teknis, potensi rooftop, faktor emisi jaringan listrik, dan data radiasi matahari. Pembahasan penelitian meliputi analisis konsumsi energi delapan bandar udara sebesar 418.446.063 kWh/tahun dengan baseline emisi 329.541,75 ton CO₂/tahun; evaluasi PLTS eksisting berkapasitas 4.294 kWp yang menghasilkan reduksi emisi 3.998,16 ton CO₂/tahun; serta simulasi pengembangan PLTS sebesar 8.064,2 kWp menggunakan PVsyst dengan potensi produksi 12.402,14 MWh/tahun dan reduksi emisi 9.997,5 ton CO₂/tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah integrasi efisiensi energi, penggantian LED, optimalisasi PLTS eksisting, dan pengembangan PLTS berpotensi mengurangi emisi sebesar 16.379,19 ton CO₂/tahun atau 4,97% dari baseline dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.