Pemanfaatan energi air sebagai sumber energi terbarukan memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan rasio elektrifikasi nasional, khususnya di wilayah pedesaan yang berdekatan dengan sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Kebanaran, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, dengan memanfaatkan aliran Sungai Kalisapi. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER (Hybrid Optimization of Multiple Energy Resources) untuk mensimulasikan performa sistem serta menghitung efisiensi energi dan biaya. Berdasarkan hasil pengukuran, debit rata-rata Sungai Kalisapi sebesar 15,95 m³/s dengan head efektif 0,0247 m, menghasilkan daya bersih 2,47 kW dan total produksi energi tahunan sebesar 27.601 kWh. Sistem menunjukkan capacity factor 128% dan renewable penetration 100%, menandakan operasi optimal dan berkelanjutan sepanjang tahun. Dari sisi ekonomi, investasi awal sebesar Rp10.000.000 dan biaya operasi tahunan Rp998.710,10 menghasilkan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar Rp53,6/kWh, jauh lebih rendah dibandingkan tarif listrik PLN sekitar Rp1.400/kWh. Sistem ini mampu menekan biaya listrik hingga 50% serta memberikan peluang ekspor energi ke jaringan PLN sebesar 25.798 kWh/tahun, dengan periode pengembalian modal kurang dari 8 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PLTMH Sungai Kalisapi layak dikembangkan sebagai solusi energi bersih, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pedesaan serta ketahanan energi nasional.