Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi tempe rumahan milik Ibu Herni di Desa Mandalasari menghadapi kendala pemasaran yang cukup signifikan akibat keterbatasan promosi yang selama ini hanya mengandalkan komunikasi konvensional dari mulut ke mulut. Kondisi keterbatasan tersebut berdampak langsung pada sempitnya jangkauan pasar, minimnya visibilitas lokasi usaha, hingga terjadinya penurunan jumlah konsumen secara berkelanjutan. Program kerja pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkan daya tarik dan visibilitas usaha melalui pembuatan serta pemasangan banner promosi. Metode pelaksanaan kegiatan mengaplikasikan pendekatan partisipatif yang terstruktur ke dalam enam tahapan utama, meliputi observasi awal, wawancara dan diskusi mendalam, perancangan konsep desain, validasi desain bersama mitra, pencetakan dan pemasangan banner, serta tahap evaluasi akhir. Hasil dari program pengabdian ini ditandai dengan berhasil dipasangnya banner berukuran 100 cm x 50 cm tepat di depan lokasi tempat usaha. Banner promosi tersebut memuat informasi penting mencakup nama usaha, jenis produk olahan, alamat lengkap lokasi, serta nomor kontak untuk pemesanan produk. Kehadiran banner ini terbukti memberikan penanda lokasi yang sangat jelas, memperkuat branding visual lokal, dan membangun citra usaha yang lebih profesional. Kegiatan pendampingan masyarakat ini disimpulkan sangat efektif serta ekonomis sebagai langkah awal strategi pemasaran bagi UMKM skala desa.