This Author published in this journals
All Journal CENDEKIA PENDIDIKAN
Fitriyani Fitriyani
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RASIONALISME KRITIS KARL POPPER: TRANSFORMASI METODOLOGI FALSIFIKASI DALAM MENGHADAPI KRISIS EPISTEMOLOGIS SAINS MODERN Fitriyani Fitriyani; Siti Roihan; Amril M; Liana Novita
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.9136

Abstract

Studi ini dimotivasi oleh masalah epistemologis induktivisme dalam perkembangan ilmiah kontemporer dan kecenderungan yang meningkat untuk menggunakan "kesesuaian logis" atau penalaran justifikasi dalam menghubungkan sains dengan Islam. Pendekatan seperti itu seringkali mengarah pada penyederhanaan yang berlebihan, di mana teori-teori ilmiah yang pada dasarnya bersifat sementara diperlakukan sebagai kebenaran absolut hanya untuk menyelaraskannya dengan teks-teks suci. Akibatnya, objektivitas ilmiah dan otoritas agama berisiko terkikis. Sebagai tanggapan terhadap masalah ini, penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi konsep rasionalisme kritis Karl Popper, khususnya prinsip falsifikasi, sebagai kerangka metodologis alternatif untuk mengatasi tantangan epistemologis ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Analisis didasarkan pada karya-karya utama Popper bersama dengan literatur ilmiah interdisipliner yang relevan mengenai sains, filsafat, dan agama. Temuan menunjukkan bahwa prinsip falsifikasi menetapkan perbedaan yang tegas antara teori-teori ilmiah, yang tetap tentatif dan terbuka untuk revisi, dan doktrin-doktrin agama, yang termasuk dalam ranah absolut metafisika. Dengan menerapkan logika coba-coba, hubungan antara sains dan agama dapat berkembang secara lebih kritis, terbuka, dan objektif tanpa mengurangi kesakralan wahyu. Lebih lanjut, studi ini menyoroti pentingnya merekonstruksi integrasi pengetahuan melalui keterbukaan intelektual, refleksi kritis, dan evaluasi berkelanjutan. Pendekatan seperti itu dianggap penting untuk mendorong budaya akademik yang inovatif dengan fondasi epistemologis yang kuat, khususnya di Lembaga Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTKI). Kata Kunci: Falsifikasi, Integrasi Ilmu, Karl Popper, Rasionalisme Kritis, Penalaran Justifikasi.