Amril M
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Tauhid Ismail Raji’ Al Faruqi dalam Islamisasi Ilmu Tutik Haryanti; Amril M
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6361

Abstract

The development of science for decades has been influenced by Western and Eastern philosophers, resulting in science that is considered too rationalistic and wastes humanity. This has a huge impact on Muslims, because the development of science causes a decline in morals and ethics that are not based on Islam. Therefore, the purpose of writing this article is to find out Ismail Raji' Al Faruqi's views on the Islamization of knowledge through the concept of monotheism. This research uses a qualitative descriptive approach with a literature review method. Where the author collects factual data and information and explores sources contained in journals and scientific articles, encyclopedias, documents and other relevant data sources. From the results of the analysis, it was found that the main thought of Ismail Raji' Al Faruqi was the concept of integrating Islamic education and science, namely combining two scientific fields to become interrelated and inseparable, so that science can develop harmoniously and there is no dichotomy. Islamization is not just the activity of naming Islamic verses or sciences, but rather the process of building an appropriate methodology based on Islamic concepts, ensuring that the sciences applied follow existing Islamic law.
Pendekatan Multi-disipliner, Inter-disipliner, dan Trans-disipliner Partalian Siregar; Amril M
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji penerapan pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner dalam upaya mengintegrasikan agama dengan sains. Penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan, yakni penelitian yang memanfaatkan sumber-sumber utama berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Fokus penelitian ini terletak pada munculnya beragam persoalan seiring perkembangan zaman, yang penyelesaiannya dapat dilakukan dengan menggunakan beragam pendekatan, khususnya pendekatan multi, inter, dan transdisipliner dalam konteks integrasi agama dan sains. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga pendekatan tersebut berpotensi melahirkan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam, sekaligus menawarkan solusi holistik bagi permasalahan kompleks di era sekarang.
Aliran Progresivisme dan Essensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Habby Bullah; Mutiara Selviana; Siti Nurhasanah; Amril M; Liana Novita
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/acj5fs44

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan membandingkan dua aliran berpengaruh dalam filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, khususnya terkait penerapan serta signifikansinya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang membahas karakteristik utama, tujuan, dan prinsip-prinsip dasar dari kedua perspektif filsafat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, fleksibilitas dalam proses belajar, serta pengembangan potensi individu peserta didik melalui pendekatan yang berorientasi pada siswa. Sebaliknya, esensialisme lebih menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dasar, kedisiplinan, dan pembentukan karakter melalui kurikulum yang tersusun secara sistematis. Kedua pendekatan ini memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendidikan; progresivisme selaras dengan tuntutan pendidikan masa kini yang mengutamakan kreativitas dan kemampuan beradaptasi, sementara esensialisme tetap krusial dalam menjaga pengetahuan fundamental dan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan prinsip-prinsip progresivisme dan esensialisme dapat menghasilkan sistem pendidikan yang seimbang antara kebebasan belajar dan pengembangan karakter
LANDASAN FILOSOFIS INTEGRASI ILMU ISLAM DAN SAINS: TELAAH ATAS KRISIS PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER Johanna Nuryanto Putra; Dimas Halvin; Anharudin; Amril M; Liana Novita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14485

Abstract

This study examines the philosophical crisis in contemporary Islamic education, which encompasses ontological, epistemological, and axiological dimensions. This crisis is characterized by a shift in the orientation of Islamic education from the formation of the “insan kamil” (the perfect human being) toward a pragmatic and formalistic approach, a dichotomy between religious and general knowledge, and a weakening of the integration between revelation and reason within the educational system. This situation has caused Islamic education to lose its spiritual, moral, and humanistic orientation amidst the tide of modernity and the advancement of science. This study aims to analyze the ontological, epistemological, and axiological problems in Islamic education and to formulate a paradigm for the integration of Islamic knowledge and science as a conceptual solution. The study employs a qualitative approach using library research (literature review). Data were collected from various sources, including books, scientific journal articles, and relevant prior research, and analyzed using descriptive-analytical and philosophical-critical approaches. The results of the study indicate that the reconstruction of Islamic education requires an integrative paradigm that combines revelation and reason, eliminates the dichotomy of knowledge, and restores the orientation of education toward the values of tawhid, ethics, humanity, and the public good. The integration of Islamic knowledge and science is a strategic step toward building a holistic, dialogical, humanistic, and relevant Islamic education capable of addressing contemporary challenges
MENGONSTRUKSI LANDASAN ILMU DALAM ISLAM: KAJIAN EPISTEMOLOGI WAHYU, AKAL, DAN INTUISI Arifah Elwahdiyah; Amril M; Yenni Kurniawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15100

Abstract

Epistemology is the study of the sources, nature, and methods of acquiring knowledge. From an Islamic perspective, knowledge is acquired not only through reason and empirical experience, but also through revelation and intuition, which are related to the spiritual dimension of humankind. Understanding these sources of knowledge is crucial in building a foundation for knowledge within the Islamic intellectual tradition. This study aims to examine the construction of the foundation for knowledge in Islam through an epistemological perspective, examining revelation as a source of knowledge and the role of reason and intuition as instruments in understanding and developing knowledge. This study employed a qualitative method with library research. Data were obtained through documentation studies of various relevant literature and analyzed using descriptive-analytical methods. The results show that in Islamic epistemology, revelation serves as a divine source of truth and is the primary foundation for knowledge, while reason and intuition serve as instruments used by humans to understand, develop, and internalize that knowledge. The integration of these three forms a comprehensive and balanced Islamic epistemological system in building a foundation for knowledge.
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA Ahmad Rifki Pratama Rifki; Vijra Islamul Hafiz; Rizki Syafriwal; Liana Novita; Amril M
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan sains dalam pembelajaran guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep secara mendalam serta adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konseptual, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan sains memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Integrasi ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar, sikap religius, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna karena siswa dapat mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran yang holistik dan integratif di lingkungan pendidikan.
Pengaruh Sains dan Teknologi terhadap Pengembangan Kurikulum PAI dalam Pendidikan Abad 21 Anisa Fitri; Amril M
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Desember : ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i1.12010

Abstract

This article discusses the influence of science and technology on the development of PAI curriculum. The urgency of the study of the impact of Science and Technology on PAI Curriculum development is to know and understanding that the evolution of curricula is heavily influenced by science and technology. This study uses the library research method, which uses reference sources such as books and articles in search of data sources. The results of the study conclude that among the factors that form the basis or even influence the development of curricula are science and technology. The development of curricula in education should have the ability to anticipate the impact of the era of globalization, which sends society without the basis of science, and in it there are IPTEK that become the main drivers in the change of systems much better. Plus, the fact that the world is facing the era of Industry 4.0. Besides, science and technology are so much needed for learning skills in the 21st century, especially in terms of information and communication technology literacy. Computer and literacy technology.