Banjir yang melanda Gampong Ie Bintah, Kabupaten Aceh Tamiang, tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada menurunnya aktivitas keagamaan masyarakat akibat hilangnya atau rusaknya peralatan ibadah. Kondisi ini berdampak pada menurunnya semangat beribadah serta terganggunya interaksi sosial berbasis keagamaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program revitalisasi aktivitas keagamaan melalui pemberian bantuan peralatan ibadah yang dipadukan dengan pendekatan psikososial berbasis silaturahmi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kembali semangat beribadah masyarakat serta memperkuat kondisi sosial dan spiritual pasca bencana. Metode yang digunakan meliputi pendataan partisipatif, pengadaan dan pengemasan bantuan, serta penyaluran bantuan secara langsung ke rumah penerima. Selain itu, dilakukan evaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan motivasi beribadah masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang menunjukkan perubahan positif pada motivasi beribadah, dari 62% kategori tinggi sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, disertai meningkatnya partisipasi dalam aktivitas keagamaan. Pendekatan distribusi yang humanis juga terbukti mampu memberikan dampak positif secara emosional dan memperkuat hubungan sosial. Dengan demikian, kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi bantuan material dan dukungan psikososial-spiritual merupakan strategi yang efektif dalam mendukung pemulihan dan revitalisasi kehidupan keagamaan masyarakat pasca bencana